Tim Transisi Pastikan Implementasi APBN 2025 Efektif
Demi Ermansyah | 16 Agustus 2024, 23:03 WIB

AKURAT.CO Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Fraksi Gerindra, Kamrussamad menjelaskan bahwa dalam perancangan APBN 2025 pemerintahan selanjutnya sudah membentuk tim sinkronisasi.
Di mana fungsi tim sinkronisasi memiliki peran penting dalam memastikan bahwa anggaran yang direncanakan dapat diimplementasikan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan-tujuan nasional.
"Karena itulah kita sudah membentuk tim sinkronisasi APBN 2025, sebab ada beberapa program yang memang mesti dibicarakan di depan dan diakomodir di dalam APBN, misalnya seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kenapa perlu diakomodir? sebab nomenklaturnya baru, alokasi anggaran baru programnya juga baru, pelaksanaannya pun juga pasti baru, maka mau tidak mau harus dibicarakan detail lebih awal," paparnya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Kemudian, tambahnya masih ada beberapa program prioritas yang harus diakomodir namun lebih kepada aspek keberlanjutan. Sebab bagi Kamrussamad isu di 2025 masih tetap sama yakni di sektor food security dan energy security.
"Nah turunan dari 2 isu besar itu lah yang kemudian kita berharap infrastruktur sudah dibangun oleh Jokowi selama 10 tahun ini betul-betul bisa dirasakan manfaatnya dengan perbaikan daya saing ekonomi kita, yang dahulu Indonesia berada di peringkat 44 berubah menjadi 27, sehingga bottleneck dan biaya-biaya ekonomi yang tinggi bisa ditekankan sehingga distribusi laju pertumbuhan ekonomi kita akan jauh lebih cepat dan lebih berkualitas," katanya.
Sebagai informasi, sebelumya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan bahwa pondasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 akan menjadi pilar utama dalam menjamin kesinambungan melalui penguatan program-program unggulan yang akan dilanjutkan oleh pemerintahan yang akan datang.
"APBN 2025 dirancang untuk menjaga 'Stabilitas, Inklusivitas, dan Keberlanjutan' guna meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ucapnya pada saat membaca pidato nota keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Lebih lanjut dirinya menekankan bahwa Indonesia harus tetap melanjutkan reformasi struktural, menjaga kebijakan fiskal yang sehat dan kredibel sekaligus memperkuat kolaborasi antar kebijakan fiskal moneter dan keuangan.
"Kemudian desain belanja, pendapatan, dan pembiayaan dalam APBN 2025 harus dirancang dengan fleksibilitas, sehingga mampu menyediakan ruang fiskal untuk mengantisipasi ketidakpastian dan mendukung keberlanjutan pembangunan, terutama dalam masa transisi pemerintahan," paparnya kembali.
Sedangkan untuk sisi strategi jangka pendek akan difokuskan pada percepatan pertumbuhan ekonomi, penguatan pertumbuhan ekonomi, penguatan kesejahteraan, dan pemerataan antar daerah.
Lebih lanjut dirinya menekankan bahwa Indonesia harus tetap melanjutkan reformasi struktural, menjaga kebijakan fiskal yang sehat dan kredibel sekaligus memperkuat kolaborasi antar kebijakan fiskal moneter dan keuangan.
"Kemudian desain belanja, pendapatan, dan pembiayaan dalam APBN 2025 harus dirancang dengan fleksibilitas, sehingga mampu menyediakan ruang fiskal untuk mengantisipasi ketidakpastian dan mendukung keberlanjutan pembangunan, terutama dalam masa transisi pemerintahan," paparnya kembali.
Sedangkan untuk sisi strategi jangka pendek akan difokuskan pada percepatan pertumbuhan ekonomi, penguatan pertumbuhan ekonomi, penguatan kesejahteraan, dan pemerataan antar daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










