AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS), mengumumkan bahwa inflasi emas perhiasan pada bulan Maret 2024 mencapai 3,6%, dengan andil inflasi sebesar 0,04% secara month on month (MoM).
Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa emas perhiasan dimasukkan dalam perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), sehingga perubahan harga emas ini turut memengaruhi inflasi umum.
Menanggapi pertanyaan mengenai faktor yang mempengaruhi inflasi emas perhiasan, Amalia menyatakan bahwa kenaikan harga emas perhiasan sangat terkait dengan naiknya harga emas dunia.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp1,249 Juta per Gram
"Kenaikan harga emas dunia disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya ekspektasi suku bunga Amerika Serikat, kemudian pinjaman perbankan, ketegangan geopolitik, dan juga meningkatnya permintaan safe haven di tengah ketidakpastian global," kata Amalia kantor BPS Pusat pada Senin (1/4/2024).
Ditambahkan, emas merupakan salah satu komoditas yang dianggap aman dalam ketidakpastian global. Selanjutnya, Amalia juga memberikan perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya untuk menyoroti signifikansi kenaikan harga emas terhadap inflasi.
"Jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya, inflasi emas perhiasan pada Maret ini relatif tinggi. Namun, jika dibandingkan dengan Maret 2022 yang mencapai 4,04%, maka inflasi pada tahun ini tergolong lebih rendah," ucap Amalia .
Dengan demikian, kenaikan harga emas perhiasan memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap inflasi, terutama karena harga emas dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang kompleks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









