Gubernur BI Ramal Penguatan Dolar AS Masih Akan Berlanjut

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terus berlanjut secara global.
Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi, yang tercermin dalam premi risiko jangka panjang dan inflasi di atas perkiraan pasar.
"Peningkatan tekanan terhadap dolar AS juga terjadi akibat terbatasnya aliran masuk modal asing, serta meningkatnya tekanan pelemahan nilai tukar di pasar global," ujar Perry dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (20/3/2034).
Baca Juga: BI Rate Ditahan, Ekonom Indef: Untuk Stabilisasi Rupiah
Selain itu, Perry juga menyoroti kondisi ekonomi domestik yang tetap kuat, didorong oleh permintaan domestik yang baik dan berlanjutnya proyek strategis nasional serta berkembangnya sektor swasta.
Mski demikian, neraca pembayaran Indonesia tetap mendukung ketahanan eksternal, meskipun terjadi penurunan surplus neraca perdagangan barang pada Februari 2024.
Perry juga mencatat bahwa akumulasi dolar AS di Indonesia hingga Maret 2024 masih mencatat net inflow, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi.
Dalam rapat dewan Gubernur Bank Indonesia, diputuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga BI Rate sebesar 6%, serta suku bunga deposito dan lending facility masing-masing tetap pada level 5,25% dan 6,75%.
Serta, ia menekankan bahwa langkah-langkah penguatan kebijakan moneter dan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global yang tinggi.
Pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Maret 2024, rupiah terpantau melemah 5,5 poin ke Rp15.723 per dolar AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








