Apa Itu Trauma Bonding? Istilah yang Sering Muncul dalam Kasus Hubungan Bermasalah

AKURAT.CO Trauma bonding adalah kondisi psikologis yang membuat seseorang tetap terikat secara emosional dengan pasangan yang sering menyakiti atau memperlakukannya dengan tidak baik.
Dalam hubungan seperti ini, korban tidak hanya mengalami luka emosional, tetapi juga terjebak dalam siklus hubungan yang tidak stabil antara perlakuan buruk dan momen-momen manis yang sesekali muncul.
Hal inilah yang membuat banyak orang sulit untuk benar-benar pergi, meskipun mereka sadar bahwa hubungan tersebut tidak sehat.
Untuk memahami lebih dalam, berikut penjelasan mengenai trauma bonding, ciri-ciri, dampak, dan penyebabnya.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Lelah setelah Cetak Rekor, Lionel Messi Tak Ingat Gol Favoritnya
Apa Itu Trauma Bonding?
Trauma bonding adalah kondisi ketika seseorang merasa sangat terikat secara emosional dengan orang yang justru sering menyakiti, memanipulasi, atau memperlakukan dirinya dengan buruk.
Secara sederhana, trauma bonding terjadi ketika hubungan dipenuhi oleh siklus antara perlakuan buruk dan perlakuan baik.
Setelah terjadi pertengkaran, penghinaan, atau manipulasi, pelaku biasanya akan meminta maaf, bersikap manis, menunjukkan perhatian, atau memberikan harapan bahwa semuanya akan berubah. Momen-momen positif inilah yang membuat korban tetap bertahan dan sulit melepaskan diri.
Akibatnya, korban sering merasa bingung karena di satu sisi mereka sadar hubungan tersebut menyakitkan, tetapi di sisi lain mereka merasa sangat sulit meninggalkan pasangan atau orang yang menyakitinya.
Baca Juga: Pengguna LRT Jabodebek Naik 23 Persen, Perbaikan Fasilitas Dikebut
Ciri-ciri Trauma Bonding
Sulit meninggalkan hubungan meskipun sering disakiti.
Selalu memberi kesempatan berulang kali kepada pelaku.
Membela atau mencari alasan untuk membenarkan perilaku buruk pasangan.
Lebih mengingat momen-momen baik dibandingkan perlakuan buruk yang dialami.
Merasa cemas, sedih, atau kehilangan arah ketika mencoba menjauh dari pelaku.
Berharap pasangan akan berubah meskipun tidak ada bukti perubahan yang nyata.
Dampak Trauma Bonding
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen
- 10Marc Marquez Dibayangi 'Kutukan' Mandalika Jelang Tampil di MotoGP Indonesia






