Akurat

Sejarah Hari Valentine: Dari Ritual Romawi, Legenda Santo, hingga Jadi Perayaan Cinta Global

Idham Nur Indrajaya | 12 Februari 2026, 19:34 WIB
Sejarah Hari Valentine: Dari Ritual Romawi, Legenda Santo, hingga Jadi Perayaan Cinta Global

AKURAT.CO Setiap 14 Februari, dunia seakan berubah warna. Mawar merah laris manis, cokelat diburu, restoran penuh reservasi, dan media sosial dipenuhi ucapan romantis. Hari yang dikenal sebagai Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang ini identik dengan cinta dan perhatian.

Namun di balik tradisi modern tersebut, sejarah Hari Valentine menyimpan kisah panjang—dari ritual Romawi kuno, legenda martir Kristen, sastra abad pertengahan, hingga industri global yang membentuk wajah perayaan hari ini.

Bagaimana perjalanan 14 Februari bisa berubah dari ritual kuno menjadi simbol cinta modern? Berikut ulasan lengkapnya.


Asal Usul Valentine’s Day: Jejak dari Romawi Kuno

Banyak sejarawan menelusuri akar sejarah Hari Valentine hingga festival Romawi kuno bernama Lupercalia. Perayaan ini digelar setiap pertengahan Februari dan berkaitan dengan kesuburan serta pemurnian.

Lupercalia bukanlah perayaan romantis. Ritualnya melibatkan pengorbanan hewan seperti kambing dan anjing oleh para imam yang disebut Luperci. Kulit hewan tersebut kemudian digunakan dalam prosesi yang dipercaya membawa kesuburan bagi perempuan dan keberkahan hasil panen.

Nuansanya lebih spiritual dan agraris, mencerminkan kepercayaan masyarakat Romawi terhadap siklus alam dan musim semi. Karena berlangsung menjelang awal musim semi di belahan bumi utara—musim yang identik dengan kehidupan baru—perlahan muncul simbolisme tentang kelahiran kembali dan awal hubungan baru.

Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I menghentikan praktik Lupercalia dan menetapkan 14 Februari sebagai hari peringatan Santo Valentine. Meski hubungan langsung antara keduanya masih diperdebatkan, momen ini menjadi titik penting dalam evolusi Valentine.


Legenda Santo Valentine dan Awal Tradisi Cinta

Nama “Valentine” diyakini merujuk pada Santo Valentine, seorang martir Kristen abad ke-3 Masehi. Ia hidup pada masa pemerintahan Kaisar Claudius II Gothicus.

Menurut legenda yang berkembang, Kaisar melarang prajurit muda menikah karena menganggap pria lajang lebih tangguh di medan perang. Valentine yang merupakan seorang pendeta menentang kebijakan tersebut. Ia secara diam-diam menikahkan pasangan muda yang ingin tetap bersama.

Tindakan itu membuatnya ditangkap dan dipenjara. Pada 14 Februari sekitar tahun 270 Masehi, ia dieksekusi. Salah satu kisah populer menyebutkan bahwa sebelum wafat, ia menulis surat kepada putri sipir penjara dengan kalimat, “From Your Valentine”.

Ungkapan tersebut kemudian menjadi inspirasi tradisi pengiriman surat dan kartu cinta yang bertahan hingga kini.


Dari Sastra Abad Pertengahan ke Simbol Romantis

Menariknya, hubungan antara 14 Februari dan cinta romantis baru benar-benar populer berabad-abad setelah kematian Santo Valentine.

Pada abad ke-14, penyair Inggris Geoffrey Chaucer menulis puisi Parlement of Foules yang menggambarkan 14 Februari sebagai hari ketika burung-burung memilih pasangan. Metafora ini memperkuat asosiasi antara Valentine dan percintaan di kalangan bangsawan Eropa.

Sejak saat itu, tradisi bertukar puisi dan pesan cinta mulai berkembang. Salah satu kartu Valentine tertua tercatat berasal dari abad ke-15, ditulis oleh Charles, Duke of Orléans, saat ia dipenjara di Menara London.

Perkembangan teknologi percetakan pada abad berikutnya membuat kartu Valentine diproduksi secara massal. Memasuki abad ke-19, perayaan ini semakin populer di Eropa dan Amerika.


Makna Valentine’s Day di Era Modern

Meski sering dianggap sebagai hari khusus pasangan, makna Valentine sebenarnya lebih luas. Intinya adalah mengekspresikan kasih sayang kepada orang-orang yang berarti dalam hidup—baik pasangan, keluarga, sahabat, maupun rekan terdekat.

Beberapa simbol yang melekat pada Valentine memiliki arti tersendiri:

  • Mawar merah melambangkan cinta dan gairah

  • Cokelat identik dengan kehangatan dan kebahagiaan

  • Kartu ucapan menjadi media menyampaikan perasaan

Esensi Valentine bukan sekadar hadiah, melainkan momen untuk menunjukkan apresiasi terhadap hubungan emosional.


Valentine dalam Budaya Populer dan Film

Budaya populer ikut memperkuat citra romantis Hari Valentine. Film, musik, dan media sosial membuat 14 Februari semakin identik dengan kisah cinta.

Salah satu film yang secara langsung mengangkat tema ini adalah Valentine’s Day (2010), komedi romantis yang menampilkan berbagai kisah cinta dalam satu hari yang sama.

Selain itu, film seperti The Vow, Titanic, dan The Fault in Our Stars sering diasosiasikan dengan suasana Valentine karena menonjolkan kisah cinta yang emosional. Meski tidak semuanya berlatar 14 Februari, pesan yang disampaikan tetap serupa: cinta selalu layak dirayakan.


Dari Eropa ke Dunia: Valentine Jadi Fenomena Global

Awalnya berkembang di Eropa Barat, perayaan Valentine menyebar ke Amerika dan berbagai negara lain melalui kolonialisme, perdagangan, serta pertukaran budaya.

Di era modern, penyebaran ini semakin cepat berkat film Hollywood, industri musik, internet, dan media sosial. Perusahaan kartu ucapan, toko bunga, hingga produsen cokelat turut memperluas popularitasnya.

Hari Valentine kini termasuk salah satu perayaan non-agama paling dikenal di dunia. Bahkan, jumlah pengiriman kartu Valentine disebut sebagai yang terbanyak setelah Natal.

Industri cokelat dan bunga juga mengalami lonjakan penjualan signifikan menjelang 14 Februari. Mawar merah menjadi bunga paling laris setiap tahunnya.


Masuknya Valentine’s Day ke Indonesia

Di Indonesia, Valentine mulai dikenal luas pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Pengaruh film Hollywood, majalah remaja, televisi, dan promosi pusat perbelanjaan membuat tradisi ini cepat populer, terutama di kalangan anak muda perkotaan.

Meski bukan tradisi lokal, sebagian masyarakat merayakannya sebagai momen berbagi kasih sayang. Di sisi lain, perayaan ini juga kerap memunculkan diskusi mengenai relevansinya dengan nilai sosial dan budaya Indonesia.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Valentine terus beradaptasi dengan konteks lokal di berbagai negara.


Fakta Menarik tentang Hari Valentine

Beberapa fakta yang jarang diketahui tentang sejarah dan tradisi Valentine:

  • Salah satu kartu Valentine tertua berasal dari abad ke-15.

  • Hari Valentine termasuk momen dengan pengiriman kartu terbanyak di dunia setelah Natal.

  • Mawar merah menjadi bunga paling dicari setiap 14 Februari.

  • Penjualan cokelat meningkat drastis menjelang Valentine.

Data tersebut memperlihatkan bagaimana perayaan ini telah berkembang menjadi fenomena budaya sekaligus ekonomi.


Kesimpulan: Evolusi Panjang Hari Valentine

Sejarah Hari Valentine bukanlah kisah yang sederhana. Ia berawal dari ritual Romawi kuno, berkembang melalui tradisi gereja dan legenda Santo Valentine, dipopulerkan oleh sastra abad pertengahan, lalu diperkuat oleh budaya pop modern dan industri global.

Kini, Valentine telah menjadi simbol universal tentang cinta, perhatian, dan hubungan manusia. Di balik bunga, cokelat, dan kartu ucapan, satu pesan tetap bertahan: kasih sayang selalu menemukan cara untuk dirayakan, di mana pun dan kapan pun.

Jika kamu tertarik memahami sejarah perayaan dunia lainnya atau fenomena budaya yang sering viral setiap tahun, pantau terus artikel terbaru di AKURAT.CO.

Baca Juga: Ceritakan Kisahmu bersama Pasangan di Hari Valentine dengan Charming Collection dari Ardore

Baca Juga: Film Cinta Valentine

FAQ Seputar Sejarah dan Makna Hari Valentine

1. Apa itu Hari Valentine?

Hari Valentine adalah perayaan yang diperingati setiap 14 Februari dan identik dengan ungkapan cinta serta kasih sayang. Awalnya merupakan hari peringatan Santo Valentine, namun kini berkembang menjadi perayaan cinta secara global.

2. Kapan Hari Valentine dirayakan?

Hari Valentine dirayakan setiap tanggal 14 Februari di berbagai negara di dunia.

3. Siapa Santo Valentine?

Santo Valentine adalah martir Kristen abad ke-3 Masehi yang dihukum mati pada masa Kaisar Claudius II. Ia dikenal karena menikahkan pasangan secara diam-diam saat pernikahan dilarang bagi prajurit Romawi.

4. Apa hubungan Valentine dengan festival Lupercalia?

Lupercalia adalah festival Romawi kuno yang dirayakan pada pertengahan Februari dan berkaitan dengan kesuburan. Beberapa sejarawan mengaitkannya dengan asal-usul Valentine, meski tidak ada bukti kuat bahwa keduanya terhubung secara langsung.

5. Mengapa Valentine identik dengan cinta romantis?

Asosiasi Valentine dengan cinta romantis mulai populer pada abad ke-14 melalui karya Geoffrey Chaucer yang menggambarkan 14 Februari sebagai momen burung memilih pasangan.

6. Dari mana tradisi kartu Valentine berasal?

Tradisi kartu Valentine sudah ada sejak abad ke-15. Produksi massal kartu ucapan mulai berkembang pada abad ke-19, membuat perayaan ini semakin populer.

7. Kenapa mawar merah menjadi simbol Valentine?

Mawar merah melambangkan cinta, gairah, dan ketulusan. Karena maknanya yang kuat, bunga ini menjadi simbol utama Hari Valentine.

8. Apakah Hari Valentine hanya untuk pasangan?

Tidak. Valentine juga menjadi momen untuk menunjukkan kasih sayang kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat.

9. Bagaimana perayaan Valentine di berbagai negara?

Setiap negara memiliki tradisi berbeda. Di Jepang, perempuan memberi cokelat pada 14 Februari dan laki-laki membalas pada 14 Maret (White Day). Di Denmark, ada tradisi surat anonim bernama Gaekkebrev.

10. Kapan Valentine mulai populer di Indonesia?

Valentine mulai dikenal luas di Indonesia pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, dipengaruhi oleh media Barat, film Hollywood, dan promosi pusat perbelanjaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.