Peran Orangtua dalam Mendampingi Anak Perempuan Menghadapi Masa Pubertas

AKURAT.CO Masa pubertas merupakan fase penting dalam kehidupan anak perempuan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan perilaku.
Tidak jarang, perubahan ini membuat orangtua merasa bingung dalam menyikapi sikap anak yang menjadi lebih sensitif atau mudah berubah suasana hatinya.
Padahal, pendampingan orangtua sangat berperan dalam membantu anak perempuan melewati masa pubertas dengan rasa percaya diri, kesehatan mental yang baik, serta kesiapan menghadapi tahap perkembangan selanjutnya.
Lantas, bagaimana cara terbaik mendampingi anak perempuan saat memasuki masa pubertas? Berikut penjelasannya.
Kenali Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Perempuan
Pubertas pada anak perempuan umumnya terjadi pada rentang usia 7 hingga 13 tahun. Meski demikian, setiap anak memiliki waktu perkembangan yang berbeda-beda, baik lebih cepat maupun lebih lambat.
Selama masa pubertas, anak akan mengalami sejumlah perubahan, baik secara fisik maupun psikologis.
Baca Juga: Perbedaan Ibadat Sabda dan Misa Ekaristi dalam Gereja Katolik
Ciri Fisik Pubertas:
-
Pertumbuhan payudara
-
Tumbuhnya rambut di area ketiak dan pubis
-
Mulai mengalami menstruasi
-
Perubahan bentuk tubuh
-
Peningkatan produksi keringat dan minyak
Ciri Psikologis Pubertas:
-
Perubahan suasana hati
-
Meningkatnya kesadaran terhadap penampilan
-
Ketertarikan pada lawan jenis
-
Keinginan untuk lebih mandiri
-
Proses pencarian jati diri
-
Lebih sensitif terhadap kritik
Pentingnya Peran Orangtua di Masa Pubertas
Pendampingan orangtua menjadi kunci agar anak perempuan dapat melalui masa pubertas dengan nyaman dan aman. Beberapa manfaat pendampingan yang konsisten antara lain:
-
Memberikan rasa aman dan pemahaman, sehingga anak tidak merasa sendirian menghadapi perubahan.
-
Meningkatkan rasa percaya diri, karena anak merasa didukung dan diterima.
-
Mempererat hubungan orangtua dan anak, melalui komunikasi yang terbuka dan saling percaya.
Cara Mendampingi Anak Perempuan di Masa Pubertas
Agar anak dapat menjalani masa pubertas dengan lebih tenang dan positif, orangtua dapat melakukan beberapa langkah berikut:
Baca Juga: Waspada Penipuan Supplier, Ini Tips Aman Menjalankan Bisnis Dropship
-
Membangun Komunikasi yang Terbuka
Ciptakan suasana yang nyaman agar anak berani bertanya dan bercerita. Dengarkan dengan empati dan berikan jawaban yang jujur tanpa menghakimi. -
Memberikan Edukasi tentang Perubahan Tubuh
Jelaskan perubahan fisik seperti menstruasi, pertumbuhan payudara, jerawat, dan perubahan hormon dengan bahasa yang sederhana. Tekankan bahwa perubahan ini normal dan dialami setiap anak perempuan. -
Mengajarkan Perawatan Diri
Ajari anak cara menjaga kebersihan tubuh, penggunaan pembalut saat menstruasi, perawatan kulit, serta pentingnya menjaga kebersihan diri agar anak merasa lebih nyaman dan percaya diri. -
Memberikan Dukungan Emosional
Perubahan hormon dapat memengaruhi emosi anak. Tunjukkan kesabaran, empati, dan bantu anak mengekspresikan perasaan dengan cara yang sehat. -
Mendorong Pola Hidup Sehat
Pastikan anak mendapatkan asupan gizi seimbang, istirahat yang cukup, olahraga rutin, serta waktu relaksasi untuk menjaga kesehatan fisik dan emosional. -
Menghormati Privasi Anak
Berikan ruang pribadi agar anak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang dialaminya. Menghormati privasi membantu anak merasa dihargai dan dipercaya. -
Menumbuhkan Rasa Percaya Diri
Fokuskan perhatian pada kelebihan dan potensi anak, bukan hanya perubahan fisik. Ingatkan bahwa setiap anak berkembang dengan caranya masing-masing dan tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain.
Masa pubertas merupakan fase penting yang membutuhkan pendampingan penuh dari orangtua.
Dengan komunikasi yang terbuka, edukasi yang tepat, serta dukungan emosional yang konsisten, anak perempuan dapat melewati masa pubertas dengan lebih percaya diri, sehat, dan siap menghadapi perkembangan selanjutnya.
Baca Juga: Warna Cat Tembok Cepat Pudar? Ini Penyebab dan Cara Agar Tetap Cerah dan Tahan Lama
Laporan: Lilis Anggraeni/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









