Khadijah, Wanita Independen yang Rela Korbankan Sorotan Duniawi Saat Nabi Muhammad Belum Diketahui Akan Besar

AKURAT.CO Khadijah, sebagai seorang wanita terpandang, independen, dan sangat dihormati di Mekah, rela meletakkan egonya dan mengorbankan sorotan duniawi demi mendukung perjalanan batin Muhammad bahkan saat belum ada jaminan siapa yang akan ia jadi kelak. Tapi justru karena itulah ia disebut:
> "Perempuan pertama yang beriman bahkan sebelum wahyu turun."
Ia tidak butuh validasi publik untuk yakin pada frekuensi jiwa suaminya.
Baca Juga: Kedewasaan Khadijah RA: Cinta yang Tahu Segalanya Tapi Memilih Diam
Khadijah tidak pernah meminta pengakuan dunia, bahkan ketika ia adalah:
- Orang pertama yang percaya pada wahyu,
- Pendana awal perjuangan Nabi,
- Sumber stabilitas emosional dan spiritual Muhammad,
- Dan satu-satunya istri yang disebut langsung oleh Jibril sebagai penghuni surga.
Tapi tak satu pun dari itu ia gunakan untuk menuntut posisi sosial. Ia tahu siapa yang ia dampingi, dan itu cukup.
> "Cinta Khadijah, cinta dalam sunyi."
Itulah cinta yang tidak butuh lampu sorot, tidak perlu gelar, dan tidak menagih pengakuan.
Baca Juga: Apa Alasan Nabi Muhammad SAW Menikah dengan Siti Khadijah RA?
Cinta Khadijah itu:
- Menunggu tanpa mengekang,
- Mendampingi tanpa mendominasi,
- Memberi arah tanpa terlihat mengarahkan.
Ia tidak mengatakan, "Aku mendukungmu!" tapi diam-diam menjual hartanya agar dakwah tetap berjalan.
Ia tidak bertanya, "Kenapa kamu berubah?" tapi memeluk saat suaminya pulang dari gua dalam kebingungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








