Akurat Logo

Angka Pernikahan di Indonesia Telah Mengalami Penurunan, Ternyata Ini Alasannya!

Rahmat Ghafur | 10 Maret 2024, 08:00 WIB
Angka Pernikahan di Indonesia Telah Mengalami Penurunan, Ternyata Ini Alasannya!



AKURAT.CO Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data terbaru mengenai angka pernikahan di Indonesia. Diketahui, angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan dalam jangka waktu enam tahun terakhir. 

Angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan tentunya membuat pertanyaan di kalangan masyarakat. Namun, kejadian serupa juga terjadi di sejumlah wilayah di dunia seperti Jepang, Singapura, Tiongkok, hingga Korea Selatan.

Baca Juga: Seserahan Pernikahan Apa Saja? Ini 8 Hal yang Biasa Ada dan Makna Dibalik Pemberian Tersebut

Berdasarkan Laporan Statistik Indonesia 2024, ternyata angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan, terutama dalam tiga tahun terakhir, yakni rentang waktu dari 2021 hingga 2023.

Dalam rentang waktu tersebut, setidaknya angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan sebanyak 2 juta dan ini terjadi di hampir seluruh daerah. Contohnya, DKI Jakarta mengalami penurunan hampir 4 ribu pernikahan, sedangkan di Jawa Barat terjadi penurunan hampir 29 ribu.

Kondisi serupa juga terlihat di provinsi-provinsi padat penduduk lainnya, seperti Jawa Tengah yang mengalami penyusutan hingga 21 ribu dan Jawa Timur yang turun sebanyak 13 ribu.

Meskipun begitu, tidak semua provinsi di Indonesia mengalami penurunan angka pernikahan. Beberapa di antaranya malah mencatat peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Jika melihat ke belakang dengan merujuk pada laporan Statistik Indonesia tahun 2022 dan 2021, sebenarnya angka pernikahan di Indonesia terus menurun dalam enam tahun terakhir. Berikut ini data mengenai angka pernikahan di Indonesia selama enam tahun terakhir.

Angka pernikahan di Indonesia dalam enam tahun terakhir

  • 2018: 2.016.171
  • 2019: 1.968.878
  • 2020: 1.792.548
  • 2021: 1.742.049
  • 2022: 1.705.348
  • 2023: 1.577.255

Mengapa angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan? Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoto menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan tersebut.

Pertama, meningkatnya kasus perceraian di Indonesia menjadi salah satu faktor utama. Tak jarang, sejumlah artis terkenal Indonesia mengalami perceraian, meskipun umur pernikahan mereka baru menginjak satu hingga tiga tahun.

Di sisi lain, masyarakat mulai membentuk persepsi bahwa perceraian sudah lazim untuk dilakukan karena mereka dengan mudahnya mengambil keputusan tersebut.

Dengan demikian, ini memengaruhi angka pernikahan di Indonesia karena masyarakat menjadi lebih sulit untuk percaya untuk menjalin hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan.

Selain itu, Hasto juga mengungkapkan bahwa kejadian ini terjadi karena seringkali dikaitkan dengan masalah kesehatan mental.

Ketika orang toxic berinteraksi dengan orang yang sehat mental, maka hubungan tersebut menjadi beracun sehingga sulit untuk membangun ikatan perkawinan. Hal ini tentu saja mempengaruhi seseorang untuk menikah.

Kedua alasan tersebut menjadi alasan mengapa angka pernikahan di Indonesia bisa mengalami penurunan dalam jangka waktu enam tahun terakhir.

Meskipun demikian, situasi serupa juga terjadi di Tiongkok, di mana gaya hidup lajang semakin menjadi tren di kalangan penduduknya.

Beberapa ahli meyakini bahwa Tiongkok mungkin menghadapi tantangan penurunan populasi karena banyak warganya yang enggan menikah dan memiliki anak, dengan alasan ekonomi.

Baca Juga: Berencana Menabung untuk Pernikahan Bersama Pasangan? Simak Tips Lengkap dan Resiko Jika Putus di Tengah Jalan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.