Akurat

6 Cara Menghadapi Teman Yang Terjebak FOMO

Eko Krisyanto | 6 September 2023, 19:14 WIB
 6 Cara Menghadapi Teman Yang Terjebak FOMO

 

 

AKURAT.CO Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out dapat timbul pada siapapun, tidak hanya diri Anda tetapi juga orang-orang di sekitar.

Seseorang yang mengalami FOMO cenderung memiliki rasa takut terlewatkan dalam hal informasi, tren atau peristiwa terbaru.

Sebagai anggota dalam lingkungan sosial, penting bagi kita untuk tahu bagaimana cara menangani teman yang sedang mengalami FOMO dengan bijak. Mereka juga memerlukan dukungan dari teman-teman di sekitarnya.

Berikut adalah beberapa tips untuk menghadapi teman yang sedang mengalami FOMO. Hindari menghakimi mereka, terlebih lagi, jangan menganggap mereka berlebihan.

1. Berikan pemahaman tentang fenomena FOMO yang dialami

Perasaan takut tertinggal atau FOMO jarang disadari seseorang. Mereka menganggap itu sebagai kecemasan biasa. Di sisi lain, perasaan takut tertinggal atau FOMO bisa mempengaruhi ketenangan menjalani hidup.

Teman yang mengalami FOMO juga sedang butuh dukungan. Untuk menenangkannya kamu bisa memberikan pemahaman kepada mereka tentang kecemasan yang dialami. Melalui cara ini seseorang bisa mengendalikan kegelisahan yang dirasakan.

2. Mendengarkan dengan penuh empati

Sebagai manusia kita harus memiliki sisi kepedulian. Termasuk memahami saat orang lain mengalami ketidaknyamanan. Hal ini bisa dilihat dari temanmu yang mengalami rasa takut tertinggal secara berlebihan. Fenomena FOMO sudah menguasai dirinya.

Kamu perlu mendengarkannya dengan penuh empati. Biarkan ia berbicara sampai selesai mengutarakan perasaannya. Sisi kepedulian yang kamu tunjukkan membuat seseorang merasa nyaman dan tidak sendirian menghadapi rasa takut tersebut.

3. Mengajak berpikir rasional

Terjebak dalam sikap FOMO cenderung didominasi kecemasan dan ketakutan. Perasaan takut tertinggal menghambat langkah. Terkadang sampai mengorbankan urusan penting demi ketakutan sesaat.

Menghadapi teman yang mengalami kondisi FOMO, ajak dirinya berpikir rasional. Melalui pola pikir seperti ini, ia bisa menganalisis permasalahan secara tepat. Termasuk mengidentifikasi apakah suatu masalah layak dicemaskan secara berlebihan.

4. Validasi ketakutan yang dialami

Rasa takut tertinggal bisa menyangkut berbagai aspek. Contohnya saat takut ketinggalan tren yang dianggap keren, takut tertinggal informasi penting, juga ketakutan-ketakutan lainnya. Ketakutan itu bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang-orang terdekat.

Menghadapi mereka harus dengan cara bijaksana. Termasuk memvalidasi ketakutan yang dialami. Tekankan jika kamu juga memahami sekaligus peduli dengan kecemasan yang dialami. Namun, sejumlah kecemasan itu harus diredam agar tidak merusak ketenangan.

5. Tawarkan bantuan

FOMO bisa membawa sejumlah dampak buruk. Kecemasan berlarut-larut membuat seseorang tidak bisa fokus. Ketika hal ini terjadi pada temanmu, harus bisa menunjukkan sikap yang tepat agar ia tidak merasa semakin terpuruk.

Tidak ada salahnya menawarkan solusi dan bantuan. Kamu bisa memberinya serangkaian saran dan nasihat agar tidak terjebak kecemasan. Juga memberi pilihan alternatif agar ia bisa meredam ketakutan. Solusi dan bantuan yang kamu berikan bisa menjadi bahan pertimbangan

6. Mengajaknya fokus pada momen sekarang

FOMO terjadi karena rasa takut berlebihan jika ia tertinggal. Padahal, sesuatu yang ditakutkan belum tentu terjadi. Itu tidak lebih dari gambaran negatif yang sudah ada di pikiran. Kamu juga bisa menjadi support system bagi mereka yang mengalami fenomena FOMO.

Langkah penting yang perlu dilakukan dengan mengajak mereka fokus pada momen sekarang. Ajak ia untuk melihat sejumlah keberuntungan hidup yang sudah dirasakan.

Berfokus pada momen sekarang bisa membuat seseorang bersyukur. Rasa cemas perlahan berkurang. (Ridho Hatmanto)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK