5 Tips Jitu Hadapi Pria Narsis

AKURAT.CO, Mencintai diri sendiri adalah hal baik, namun menyukai diri sendiri secara berlebihan alias narsistik tentu bukanlah hal yang patut dibanggakan. Jika dipelihara sifat dan perilaku narsis bisa saja berkembang menjadi gangguan kepribadian narsisistik yang menganggu dan tidak nyaman.
Penelitian menemukan narcissistic personality disorder (NPD) di antara 1 dan 6 persen populasi. Dan sekitar 50 hingga 75 persen dari mereka adalah laki-laki.
"Seorang narsistik, menurut definisi, adalah seseorang dengan sifat yang muluk, kebutuhan akan dikagumi, dan kurangnya empati, yang gejalanya dimulai pada awal masa dewasa," kata Cory Newman, PhD, seorang profesor psikologi di Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania.
Penelitian menunjukkan bahwa menjalani hubungan dengan pria narsis serupa dengan permainan rollercoaster yang membuat emosi naik turun dan melelahkan.
Jika kekasih atau pria yang mendekat kamu adalah orang yang narsis, berikut adalah cara menghadapinya:
Ketahui penyebabnya
Orang yang narsis biasanya kurang percaya diri. Mereka kerap mencari cara untuk merasa lebih baik seperti mendapatkan approval dari orang-orang sekitar.
“Pria narsis itu adalah orang yang paling kesepian di dunia. Mereka selalu hidup demi penilaian orang lain. Jadi, jika lingkungan sosial memandang bahwa berpasangan merupakan sebuah pencapaian, maka mereka tidak akan membiarkan diri berstatus lajang,” kata kata Elinor Greenbert, PhD., penulis buku bertajuk Borderline, Narcisstic, and Schizoid Adaptations.
Oleh sebab itu, berikan motivasi kepadanya agar bisa lebih percaya diri tanpa menjadi seseorang yang narsis.
Berpikir positif
Tetap berpikir positif saat menghadapi pria yang narsis. Anggap ia menjadi hiburan bagi kamu namun tetap jaga sikap agar tetap sopan dan tidak menyakiti hatinya.
Tetap fokus
Jika ia berusaha menjadi pusat perhatian disaat kamu sedang menjelaskan sesuatu, tetap fokus dan jangan terbawa emosi saat menghadapinya.
Berikan bantuan
Apabila menurut kamu pria tersebut sudah terlalu berlebihan dan membutuhkan bantuan, tidak ada salahnya untuk membantunya menjadi lebih baik agar ia pun tidak dihindari oleh orang lain. Bila perlu ajak dia berkonsultasi dengan psikolog.
Utamakan diri dan pergi saja
Kamu tentu punya batas dalam mentolerir sikap dan perilaku narsisnya. tetapi bila sudah bertingkah berlebihan dan menyakitkan, lebih baik pergi saja. Jangan pernah lupa untuk selalu mengutamakan diri sendiri.
Pria narsis cenderung pemarah dan jarang setia. Bila dirasa sudah berlebihan dan melewati batas, jangan pernah takut untuk bersikap tegas.
Jadi jangan maklumi sikap narsistik pria. Meskipun menyakitkan, tetapi menjauhkan diri dari orang narsis dan melanjutkan hidup dengan tenang, memiliki keuntungan untuk kamu.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





