Akurat

Mengenal Proporsi dalam Seni Rupa: Pengertian, Prinsip, dan Contohnya

Idham Nur Indrajaya | 21 Agustus 2025, 21:24 WIB
Mengenal Proporsi dalam Seni Rupa: Pengertian, Prinsip, dan Contohnya

 

AKURAT.CO Istilah proporsi mungkin sering kamu dengar dalam kehidupan sehari-hari, terutama di dunia seni rupa. Namun, tidak semua orang benar-benar memahami arti sebenarnya.

Secara bahasa, proporsi berarti seimbang atau keseimbangan. Dalam konteks seni rupa, proporsi merujuk pada hubungan perbandingan antarbagian dalam sebuah objek atau antara bagian dengan keseluruhan. Misalnya, perbandingan ukuran kepala dengan tubuh saat menggambar manusia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), proporsi memiliki tiga makna utama, yaitu perbandingan, bagian, dan perimbangan. Ketiga makna ini sangat erat kaitannya dengan seni rupa karena sebuah karya seni tidak hanya menekankan pada keindahan visual, tetapi juga pada harmoni antarunsur.


Pentingnya Proporsi dalam Seni Rupa

Dalam seni rupa, proporsi berfungsi untuk menciptakan keseimbangan visual sehingga karya terlihat realistis, harmonis, dan indah dipandang. Tanpa proporsi, gambar bisa terlihat aneh atau tidak seimbang, baik dari bentuk maupun pewarnaannya.

Misalnya, saat melukis wajah, jarak antara mata, hidung, mulut, hingga alis harus disesuaikan dengan ukuran yang proporsional. Jika salah satu bagian terlalu besar atau terlalu kecil, wajah yang digambar bisa terlihat janggal.

Proporsi juga erat kaitannya dengan unsur panjang, lebar, tinggi, luas, serta ukuran kanvas. Semua itu menjadi pertimbangan penting agar komposisi gambar tidak timpang dan tetap nyaman dilihat.


Cara Membuat Gambar yang Proporsional

Bagi pemula, menjaga proporsi sering menjadi tantangan. Namun, ada beberapa langkah praktis yang bisa membantu karya terlihat seimbang:

  1. Membuat Guideline
    Sebelum mulai menggambar, buatlah garis panduan (guideline) berupa garis vertikal dan horizontal. Garis ini berfungsi untuk menentukan letak kepala, badan, hingga kaki agar posisi tubuh tidak melenceng.

  2. Membuat Sketsa Dasar
    Setelah guideline selesai, buat sketsa awal dengan bentuk sederhana atau siluet. Sketsa ini menjadi kerangka sebelum detail ditambahkan.

  3. Memberi Tanda pada Bagian Tubuh
    Tandai letak anggota tubuh, seperti posisi mata, hidung, mulut, dan tangan. Letak yang sesuai proporsi akan membuat gambar lebih realistis dan natural.

Perlu diingat, proporsi tubuh pria dan wanita berbeda, begitu juga dengan proporsi anak-anak hingga dewasa.


Contoh Proporsi Tubuh Manusia

Proporsi tubuh sering digunakan sebagai acuan utama dalam menggambar manusia. Umumnya, standar proporsi tubuh diukur berdasarkan tinggi kepala. Berikut panduan sederhananya:

  • Usia 1–3 tahun = tubuh 1 : 4 tinggi kepala

  • Usia 4–6 tahun = tubuh 1 : 5 tinggi kepala

  • Usia 7–13 tahun = tubuh 1 : 6 tinggi kepala

  • Usia 14–17 tahun = tubuh 1 : 7 tinggi kepala

  • Usia 18–45 tahun = tubuh 1 : 8 – 8,5 tinggi kepala

Dari sini bisa terlihat bahwa semakin bertambah usia, proporsi tubuh manusia semakin mendekati standar ideal.


Proporsi dalam Seni Rupa Lainnya

Selain dalam menggambar tubuh manusia, proporsi juga berlaku dalam berbagai karya seni rupa lainnya, seperti:

  • Seni Lukis → mempertimbangkan ukuran objek dengan bidang kanvas.

  • Seni Relief → menyeimbangkan ukuran tokoh dengan elemen latar.

  • Seni Grafis dan Patung → menjaga keserasian ukuran antarbagian agar karya terlihat utuh dan harmonis.

Proporsi juga termasuk dalam salah satu 9 prinsip seni rupa, bersama dengan kesatuan, keseimbangan, irama, komposisi, keselarasan, gradasi, kontras, dan penekanan.


Kesimpulan

Proporsi adalah salah satu prinsip paling penting dalam seni rupa yang berhubungan dengan perbandingan ukuran antarbagian dalam karya seni. Dengan proporsi yang tepat, sebuah gambar atau lukisan akan terlihat lebih indah, realistis, dan seimbang.

Baik dalam menggambar tubuh manusia, melukis wajah, atau menciptakan karya seni lainnya, pemahaman tentang proporsi akan membantu menghasilkan karya yang lebih bernilai estetika.

Kalau kamu tertarik mempelajari lebih banyak prinsip seni rupa lainnya, jangan lewatkan artikel berikutnya yang akan membahas kesatuan, irama, dan keseimbangan dalam seni rupa.

Baca Juga: Keseruan HUT Ke-80 RI di Istana, Ada Pencak Silat Iko Uwais hingga Kolaborasi Seni Anak Bangsa

Baca Juga: Pemerintah Siap Revisi UU Hak Cipta demi Lindungi Kreator dan Pelaku Seni

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.