Mengapa Air Laut Asin? Ternyata ini Penyebabnya

AKURAT.CO Air laut memiliki rasa yang sangat asin karena mengandung banyak garam. Mari kita jelajahi lebih dalam mengapa air laut rasanya asin:
-
Garam Mineral Terlarut:
Air laut mengandung garam mineral yang terlarut dari sungai-sungai dan proses penguapan air laut ke udara.
Ketika hujan jatuh di daratan, air meresap ke dalam tanah dan mengalir melalui sungai menuju laut.
Saat mengalir, air membawa garam-garam mineral yang kemudian terakumulasi di laut. Selain itu, saat air mencapai laut, terjadi penguapan, dan garam mineral tetap tinggal bersama air laut.
-
Aktivitas Vulkanisme Bawah Laut:
Di bawah permukaan laut, terdapat aktivitas vulkanisme dan letusan gunung berapi.
Proses ini mirip dengan yang sebelumnya, di mana air laut bereaksi dengan batu panas dan melarutkan beberapa mineral garam.
Beberapa garam terlarut bereaksi dengan batu yang panas dan terpisah dari air.
-
Pelapukan Makhluk Laut:
Makhluk laut, ketika mati dan terurai, melepaskan garam-garam dalam tubuhnya ke laut.
Proses biologis ini juga berkontribusi pada kandungan garam dalam air laut.
-
Siklus Hidrologi:
Siklus air tidak pernah berhenti. Air mengalir dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui proses kondensasi, presipitasi, evaporasi, dan transpirasi.
Setiap siklus hidrologi membawa garam mineral dari daratan ke laut, dan air terus menguap ke atmosfer.
Namun, garam tetap berada di laut, sehingga air laut terasa asin dan kadarnya terus bertambah.
Menariknya, kadar garam pada air laut tetap sama dari tahun ke tahun.
Meskipun dibutuhkan waktu ratusan juta tahun untuk menyamakan kadar garam di laut, kandungan garam saat ini telah mencapai kondisi stabil.
Garam terlarut yang dikirim dari sungai dan melalui proses penguapan akan selalu sama jumlahnya setiap tahun.
Jadi, air laut asin adalah hasil dari interaksi kompleks antara alam dan lingkungan. Kita dapat menghargai keajaiban ini dengan melakukan eksperimen sederhana menggunakan garam dan air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









