Bahaya Tato Bagi Kesehatan, Bisa Sebabkan HIV Hingga Tetanus

AKURAT.CO Sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap seorang bertato buruk. Ini terjadi karena seringkali dikaitkan dengan orang jahat, preman, pengamen dan lainnya. Padahal sebagian orang bertato itu bertujuan untuk memperindah tubuh.
Lalu, apakah benar tato ada buruknya?
Perlu dipahami bahwa di balik keindahan tato, ada bahaya bagi kesehatan tubuh. Terutama jika dilakukan secara permanen bisa sebabkan alergi, infeksi kulit, hepatitis dan lainnya.
Tidak hanya itu, proses pembuatan tato menggunakan pigmen atau tinta warna yang disuntikkan ke dalam kulit. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab infeksi kulit.
Jika jarum yang digunakan tidak steril bisa meningkatkan risiko penularan penyakit berbahaya, seperti hepatitis B dan HIV.
Baca Juga: 7 Potret Nana After School Bintang Glitch, Sempat Pamer Tato!
Bahaya tato bagi kulit?
Proses pembuatan tato pada kulit bisa terbilang aman jika dilakukan di tempat yang legal dan ditangani tenaga profesional. Namun, perlu diketahui bahwa ada risiko atau efek samping dari pembuatannya. Berikut adalah bahaya tato permanen bagi kesehatan:
Alergi
Risiko terkena alergi paling sering dialami bagi seorang bertato. Ini terjadi karena zat warna pada tinta yang digunakan.
Bahannya bisa bervariasi, namun ada beberapa kandungan seperti nikel, merkuri dan senyawa logam lainnya. Sehingga muncul reaksi gatal-gatal dan ruam pada kulit.
Infeksi kulit
Ini bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya alat tato tidak bersih, tinta berbakteri dan lainnya. Bisa ditandai dengan munculnya ruam berwarna merah, sensasi terbakar, bernanah hingga bengkak di sekitar tato.
Infeksi yang semakin parah bisa mengalami demam tinggi, menggigil, berkeringat dan kedinginan. Jika ini terjadi, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.
Hepatitis
Terkena hepatitis B dan C seringkali terjadi karena bisa ditularkan melalui jarum suntik. Biasanya kondisi jarum tidak steril atau telah terkontaminasi darah dari orang lain yang terinfeksi penyakit ini.
HIV
Selain hepatitis, kemungkinan risiko lainnya adalah tertular HIV. Meskipun jarang terjadi, tetapi bahaya ini tidak bisa diabaikan begitu saja.
Baca Juga: Kisah Ong Dam Sorot, Seniman Tato Thailand yang Hidup Akur Bersama dengan 8 Istrinya
Tetanus
Penyebab penyakit Ini juga terjadi karena jarum yang tidak steril dan mengandung bakteri. Salah satu bakterinya adalah Clostridium tetani. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui kondisi jarum yang akan dipakai.
Dengan demikian, maka dibutuhkan pertimbangan bagi seseorang yang ingin membuat tato. Akan lebih baik jika berkonsultasi dahulu ke dokter supaya terhindar dari berbagai penyakit berbahaya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T




