Akurat

Bahaya Tato Bagi Kesehatan, Bisa Sebabkan HIV Hingga Tetanus

| 16 September 2023, 07:24 WIB
Bahaya Tato Bagi Kesehatan, Bisa Sebabkan HIV Hingga Tetanus

AKURAT.CO Sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap seorang bertato buruk. Ini terjadi karena seringkali dikaitkan dengan orang jahat, preman, pengamen dan lainnya. Padahal sebagian orang bertato itu bertujuan untuk memperindah tubuh.

Lalu, apakah benar tato ada buruknya?

Perlu dipahami bahwa di balik keindahan tato, ada bahaya bagi kesehatan tubuh. Terutama jika dilakukan secara permanen bisa sebabkan alergi, infeksi kulit, hepatitis dan lainnya.

Tidak hanya itu, proses pembuatan tato menggunakan pigmen atau tinta warna yang disuntikkan ke dalam kulit. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab infeksi kulit.

Jika jarum yang digunakan tidak steril bisa meningkatkan risiko penularan penyakit berbahaya, seperti hepatitis B dan HIV.

Baca Juga: 7 Potret Nana After School Bintang Glitch, Sempat Pamer Tato!

Bahaya tato bagi kulit?

Proses pembuatan tato pada kulit bisa terbilang aman jika dilakukan di tempat yang legal dan ditangani tenaga profesional. Namun, perlu diketahui bahwa ada risiko atau efek samping dari pembuatannya. Berikut adalah bahaya tato permanen bagi kesehatan:

Alergi

Risiko terkena alergi paling sering dialami bagi seorang bertato. Ini terjadi karena zat warna pada tinta yang digunakan.

Bahannya bisa bervariasi, namun ada beberapa kandungan seperti nikel, merkuri dan senyawa logam lainnya. Sehingga muncul reaksi gatal-gatal dan ruam pada kulit.

Infeksi kulit

Ini bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya alat tato tidak bersih, tinta berbakteri dan lainnya. Bisa ditandai dengan munculnya ruam berwarna merah, sensasi terbakar, bernanah hingga bengkak di sekitar tato.

Infeksi yang semakin parah bisa mengalami demam tinggi, menggigil, berkeringat dan kedinginan. Jika ini terjadi, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Hepatitis

Terkena hepatitis B dan C seringkali terjadi karena bisa ditularkan melalui jarum suntik. Biasanya kondisi jarum tidak steril atau telah terkontaminasi darah dari orang lain yang terinfeksi penyakit ini.

HIV

Selain hepatitis, kemungkinan risiko lainnya adalah tertular HIV. Meskipun jarang terjadi, tetapi bahaya ini tidak bisa diabaikan begitu saja.

Baca Juga: Kisah Ong Dam Sorot, Seniman Tato Thailand yang Hidup Akur Bersama dengan 8 Istrinya

Tetanus

Penyebab penyakit Ini juga terjadi karena jarum yang tidak steril dan mengandung bakteri. Salah satu bakterinya adalah Clostridium tetani. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui kondisi jarum yang akan dipakai.

Dengan demikian, maka dibutuhkan pertimbangan bagi seseorang yang ingin membuat tato. Akan lebih baik jika berkonsultasi dahulu ke dokter supaya terhindar dari berbagai penyakit berbahaya.[]

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.