Akurat

Mudik Lebaran dalam Islam: Hukum, Adab, dan Hikmah Silaturahmi Idulfitri

Redaksi Akurat | 20 Februari 2026, 14:04 WIB
Mudik Lebaran dalam Islam: Hukum, Adab, dan Hikmah Silaturahmi Idulfitri

AKURAT.CO Mudik sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia setiap menjelang Idulfitri.

Banyak orang yang rela menempuh perjalanan jauh demi pulang ke kampung halaman. Namun dalam Islam, mudik bukan sekadar budaya, tetapi berkaitan erat dengan silaturahmi, bakti kepada orang tua, serta etika perjalanan. 

Mudik merupakan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga.

Dalam Islam, aktivitas ini tidak disebut secara khusus dengan istilah “mudik”, tetapi masuk ke dalam konsep silaturahmi.

Baca Juga: Menhub Optimistis FWA Efektif Urai Kepadatan Arus Mudik Lebaran 2026

Silaturahmi memiliki kedudukan sangat tinggi. Banyak hadis menjelaskan bahwa menjaga hubungan keluarga dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.

Oleh karena itu, mudik saat Idulfitri bukan sekadar tradisi sosial, tetapi bernilai ibadah jika diniatkan dengan benar. 

Hukum Mudik Lebaran

Sunnah tetapi berpahala, jika bertujuan:

  1. Menyambung silaturahmi
  2. Membahagiakan orang tua
  3. Meminta maaf saat Idulfitri
  4. Wajib, jika:
  5. Orang tua membutuhkan bantuan
  6. Hubungan keluarga terputus dan harus diperbaiki
  7. Ada kewajiban nafkah atau tanggung jawab keluarga

Haram, jika:

  • Perjalanan membahayakan diri
  • Meninggalkan kewajiban utama, misalnya keluarga inti terlantar
  • Dilakukan dengan maksiat

Adab Mudik 

Meluruskan niat

  • Bukan sekadar liburan
  • Bukan hanya pamer kesuksesan
  • Tetapi silaturahmi dan memohon maaf

Menjaga Keselamatan

  • Kendaraan harus layak
  • Tidak memaksakan diri saat lelah
  • Mematuhi aturan lalu lintas

Menghormati Orang Tua dan Keluarga

  • Tidak menyakiti hati keluarga
  • Menghindari perdebatan
  • Mendahulukan meminta maaf
  • Tidak Berlebih-lebihan
  • Sederhana
  • Tidak boros
  • Tidak riya

Baca Juga: KAI: Tiket Mudik Lebaran 2026 Mulai Diburu, 16 Ribu Tiket Sudah Terjual

Hikmah Mudik Lebaran

  1. Menghapus dosa melalui saling memaafkan
  2. Memperkuat tali persaudaraan
  3. Menghidupkan tradisi keluarga
  4. Menghilangkan permusuhan

Mudik Idulfitri bukan hanya tradisi budaya Indonesia, tetapi aktivitas yang sejalan dengan nilai Islam.

Hukumnya bisa sunah bahkan wajib tergantung niat dan kondisi.

Selama dilakukan dengan adab yang benar, niat ibadah, menjaga keselamatan, dan mempererat silaturahmi, mudik dapat menjadi amal yang bernilai pahala besar.

Jadi, perjalanan mudik bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati untuk kembali bersih dan saling memaafkan.

Marina Yeremin Sindika Sari (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.