Akurat

Apakah Mudik Lebaran Wajib? Ini Penjelasan Lengkapnya

Redaksi Akurat | 22 Februari 2026, 11:15 WIB
Apakah Mudik Lebaran Wajib? Ini Penjelasan Lengkapnya

AKURAT.CO Mudik Lebaran sudah menjadi tradisi tahunan yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Setiap menjelang Hari Raya Idulfitri, jutaan orang berbondong-bondong pulang ke kampung halaman demi berkumpul dengan orang tua, sanak saudara, dan kerabat tercinta. Dengan melakukan mudik Lebaran.

Tradisi ini bukan hanya soal perjalanan, tetapi juga tentang melepas rindu serta mempererat tali silaturahmi.

Namun, di tengah kuatnya budaya mudik, muncul pertanyaan yang kerap menghantui sebagian orang: apakah mudik Lebaran itu wajib? Bolehkah seseorang memilih untuk tidak pulang kampung?

Apalagi bagi mereka yang terkendala biaya, pekerjaan, kondisi kesehatan, atau alasan pribadi lainnya, keputusan untuk tidak mudik sering kali menimbulkan rasa bersalah.

Apakah Mudik Termasuk Kewajiban dalam Islam?

Secara syariat, mudik Lebaran bukanlah ibadah yang diwajibkan. Tidak ada dalil khusus dalam Al-Qur'an maupun hadis yang mewajibkan seseorang untuk pulang kampung saat lebaran.

Dalam pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), mudik lebih merupakan tradisi sosial yang bernilai baik jika diniatkan untuk silaturahmi, tetapi bukan bagian dari ibadah mahdhah yang memiliki aturan khusus dan kewajiban tertentu.

Artinya, seseorang tidak berdosa jika memilih untuk tidak mudik. Mudik bisa menjadi bernilai ibadah apabila diniatkan untuk menyambung tali silaturahmi, berbakti kepada orang tua, dan mempererat hubungan keluarga.

Namun, jika tidak dilakukan, tidak ada kewajiban agama yang dilanggar.

Silaturahmi Tetap Dianjurkan

Walaupun mudik tidak wajib, menjaga silaturahmi tetap merupakan anjuran dalam Islam.

Hubungan baik dengan orang tua dan keluarga sangat ditekankan. Namun, bentuk silaturahmi tidak terbatas pada pertemuan fisik saat Lebaran saja.

Di era digital saat ini, komunikasi bisa dilakukan melalui telepon, pesan singkat, maupun video call.

Jika kondisi tidak memungkinkan untuk pulang, menjaga komunikasi yang baik tetap dapat menjadi bentuk bakti dan perhatian kepada keluarga.

Alasan Seseorang Tidak Mudik Lebaran

Ada banyak alasan rasional mengapa seseorang memilih tidak melakukan mudik Lebaran, di antaranya:

1. Keterbatasan biaya perjalanan, terutama saat harga tiket melonjak tinggi.

2. Pekerjaan atau tanggung jawab profesional yang tidak bisa ditinggalkan.

3. Kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan melakukan perjalanan jauh.

4. Sudah berkeluarga dan memiliki tanggung jawab di tempat tinggal saat ini.

5. Pertimbangan kenyamanan dan keamanan perjalanan

Semua alasan tersebut merupakan pertimbangan yang wajar dan tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Cara Mengisi Lebaran Tanpa Mudik

Bagi yang tidak mudik, lebaran tetap bisa dirayakan dengan penuh makna. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Salat Id dan berkumpul bersama keluarga inti.
  • Menghubungi orang tua serta kerabat melalui panggilan video.
  • Bersilaturahmi dengan tetangga sekitar.
  • Berbagi rezeki kepada yang membutuhkan.
  • Mengisi waktu dengan refleksi diri dan mempererat hubungan dalam keluarga kecil.

Lebaran pada hakikatnya adalah momen kemenangan dan kebersamaan. Kebahagiaan tidak semata-mata ditentukan oleh perjalanan pulang kampung, tetapi oleh kualitas hubungan yang dijaga.

Bolehkah tidak mudik saat Lebaran? Jawabannya adalah boleh.

Mudik Lebaran bukan kewajiban dalam Islam, melainkan tradisi yang bernilai baik jika diniatkan untuk kebaikan. Tidak melakukan mudik Lebaran bukan berarti mengabaikan keluarga di kampung halaman, selama silaturahmi tetap dijaga dengan cara yang memungkinkan.

Bukan soal mudik Lebaran. Yang terpenting bukan jarak tempuh perjalanan, melainkan ketulusan hati dalam menjaga hubungan dan saling memaafkan di hari yang fitri.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.