Akurat

Tradisi Tabur Bunga di Makam: Antara Nilai Budaya dan Ajaran Islam

Wahyu SK | 1 Desember 2025, 15:13 WIB
Tradisi Tabur Bunga di Makam: Antara Nilai Budaya dan Ajaran Islam

AKURAT.CO Ziarah kubur atau mengunjungi makam adalah salah satu tradisi yang lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Idulfitri atau bulan Ramadhan.

Salah satu kebiasaan yang hampir selalu dilakukan yaitu menabur bunga dan menyiram air di atas makam.

Namun, apakah kamu tahu makna spiritual dan hukum yang dijelaskan dalam Islam?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Tradisi menabur bunga di makam tidak hanya sekadar simbol penghormatan, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan sosial.

Kebiasaan ini berkembang karena kombinasi nilai budaya lokal dan ajaran agama. Dalam budaya Nusantara, bunga dianggap lambang keharuman, kesucian, dan penghormatan terhadap leluhur.

Dalam Islam, menabur bunga berarti memberikan ketenangan dan meringankan siksa kubur bagi jenazah.

Hukum Menabur Bunga Menurut Islam

Menaburkan bunga di makam hukumnya sunnah. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah meletakkan pelepah kurma basah di atas dua kubur dan bersabda: "Semoga pelepah ini dapat meringankan siksa keduanya selama belum kering."

Dari hadis ini, ulama berpendapat bahwa menaruh sesuatu yang masih hidup atau basah di atas makam dapat menjadi perantara untuk meringankan beban kubur karena makhluk yang hidup masih bertasbih kepada Allah SWT.

Makna Menyiram Air di Makam

Selain menabur bunga, banyak juga yang menyiramkan air di atas makam.

Menurut ulama, air berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah agar tidak cepat retak serta menjadi simbol ketenangan bagi arwah.

Makna Filosofis Tabur Bunga

1. Bunga Mawar - Lambang cinta dan doa yang tulus untuk jenazah.
2. Melati - Lambang kesucian dan ketulusan hati.
3. Kenanga - Lambang penghormatan dan kenangan yang harum.
4. Kamboja - Lambang perenungan atas kefanaan hidup.

Doa Saat Ziarah Kubur

Selain tabur bunga, mendoakan arwah merupakan amalan utama yang dianjurkan dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalannya, kecuali sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau doa anak yang saleh." (HR. Muslim)

Berikut doa singkat ziarah kubur yang bisa dibaca:

Assalamu'alaikum ahladdiyari minal mu'minina wal muslimin, wa inna insyaAllahu bikum lahiqun, nas'alullaha lana walakumul 'afiyah.

Artinya: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepada kalian, wahai penghuni kubur dari kalangan orang beriman dan muslim. Insya Allah, kami akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan untuk kami dan untuk kalian."

Etika Ziarah Kubur yang Dianjurkan

1. Bersihkan makam tanpa merusak batu nisan atau tanaman di sekitarnya.
2. Bacakan doa dan Al-Fatihah dengan khusyuk.
3. Hindari perbuatan berlebihan, seperti meratap atau menangis keras.
4. Gunakan pakaian sopan dan jaga kebersihan lingkungan makam.
5. Niatkan ziarah untuk mendoakan, bukan untuk meminta-minta kepada arwah.

Menabur bunga dan menyiram air di makan tidak hanya sekadar tradisi, namun sebagai ungkapan cinta, doa, dan penghormatan kepada mereka yang telah mendahului kita.

Dalam Islam, amalan ini diperbolehkan bahkan dianjurkan jika diniatkan untuk kebaikan dan doa bagi almarhum.

Tabur bunga sebagai simbol pengingat bagi yang hidup bahwa kehidupan ini fana dan setiap kebaikan akan berbuah pahala yang abadi.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK