Akurat

Inilah Cara agar Rumah Dilimpahi Keberkahan

Tria Sutrisna | 7 Januari 2024, 18:05 WIB
Inilah Cara agar Rumah Dilimpahi Keberkahan

AKURAT.CO Rumah merupakan tempat suci yang menjadi pusat kehidupan manusia. Keberkahan dalam rumah tidak hanya sebatas kekayaan materi, tetapi juga harmoni, ketenangan dan kebahagiaan yang mengalir dalam setiap sudutnya.

Di dalam rumah, setiap anggota keluarga menjalankan berbagai aktivitas harian mereka. Meskipun demikian, membangun rumah tidak hanya sebatas menciptakan bangunan fisik semata. Pentingnya memberikan keberkahan pada rumah tidak boleh diabaikan. 

Untuk menciptakan rumah yang nyaman, aman, dan dilimpahi keberkahan, sangat dianjurkan agar setiap penghuni senantiasa taat pada segala perintah Allah SWT.

Dalam Islam, rumah yang diberkahi adalah rumah yang senantiasa dihadiri oleh malaikat dan terhindar dari keberadaan setan. Kedatangan malaikat ke dalam rumah membawa suasana ketenangan, kedamaian, dan kesejukan. 

Oleh karena itu, menjadikan rumah sebagai tempat yang diridhai Allah SWT tidak hanya mengandalkan aspek fisik semata, tetapi juga mengedepankan kepatuhan terhadap nilai-nilai spiritual dan aturan agama.

Lantas, bagaimana cara menciptakan rumah yang dilimpahi keberkahan? Berikut beberapa cara agar rumah dilimpahi keberkahan sesuai ajaran Rasulullah SAW.

Dikutip dari NU Online, dalam Kitab Al-Wasa’ilis Syafi’ah karya Syekh Al-Habib Muhammad bin Ali Khirid Al-Alawi Al-Husaini At-Tarimi, Beirut, Darul Hawi, cetakan kedua, 1999 M, halaman 512. Terdapat beberapa cara agar rumah atau tempat yang baru dihuni mendapatkan keberkahan dan aman dari gangguan jin.

Baca Juga: Toleransi Umat Beragama: Menjaga Rumah Ibadah Non Muslim dalam Islam

1. Membaca Surat Al-Fatihah 3 kali 

2. Kemudian membaca Surat Al-Mu’minun ayat 28-29 sebagai berikut: 

  فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ * وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِي مُنزَلاً مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ الْمُنزِلِينَ 

Artinya, "Bila kau dan pengikutmu sudah di atas kapal, maka katakanlah, 'Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan kami dari kaum aniaya.' Katakanlah, 'Tuhanku, tempatkan aku di tempat yang berkah karena Engkau sebaik-baik pemberi tempat'."

3. Kemudian membaca doa berikut sebanyak 3 kali:  

 اَللّٰهُمَّ يَا مَنْ فَلَقَ الْبَحْرَ لِمُوْسَى بْنِ عِمْرَانَ وَنَجَّى يُوْنُسَ مِنْ بَطْنِ الْحُوْتِ وَسَيَّرَ الْفُلْكَ لِمَنْ شَاءَ أَنْتَ الْعَالِمُ بِعَدَدِ قَطْرِ الْبِحَارِ وَذَرَّاتِ الرِّمَالِ يَا خَالِقَ أَصْنَافِ عَجَائِبِ الْمَخْلُوْقَاتِ أَسْأَلُكَ الْكِفَايَةَ يَا كَافِيَ مَنْ اِسْتَكْفَاهُ يَا مُجِيْبَ مَنْ دَعَاهُ يَا مُقِيْلَ مَنْ رَجَاهُ أَنْتَ الْكَافِيْ لَا كَافِيَ إِلَّا أَنْتَ، اِكْفِنِيْ شَرَّمَا أَخَافُ وَأَحْذَرُ وَامْلَأْ مَنْزِلِيْ هٰذَا خَيْرًا وَبَرَكَةً وَصَلِّ عَلَى نَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ 

"Allâhumma yâ man falaqal bahra li Mûsâ bin ‘Imrân, wa najjâ Yûnusa min bathnil ḫût, wa sayyaral fulka li man syâ-a, antal ‘âlimu bi ‘adadi qathril biḫâri, wa dzarrâtir rimâl. Yâ Khâliqa ashnâfi ‘ajâ’ibil makhlûqât. As’alukal kifâyah, yâ kâfiya man istakfâh, yâ Mujîba man da‘âh, yâ muqîla man rajâh. Antal kâfi, lâ kâfiya illa anta. Ikfinî syarra ma akhâfu wa ahdzar. Wamla’ manzilî hâdzâ khairan wa barakah. Washalli ‘ala nabiyyika wa rasûlika sayyidina Muḫammadin wa âlihi wa shaḫbih wa sallim." 

Artinya, "Ya Allah yang membelah lautan untuk Musa bin ‘Imran, dan menyelamatkan Yunus dari perut ikan besar, yang menjalankan perahu kepada siapapun yang dikehendaki. Engkau mengetahui jumlah tetesan air laut dan satuan-satuan kerikil. Wahai zat yang menciptakan beberapa macam keajaiban makhluk-makhluk. Aku memohon kepada-Mu kecukupan, wahai zat yang mencukupi hamba yang memintakan kecukupan kepada-Nya. Wahai zat yang mengabulkan hamba yang berdoa kepada-Nya, yang mengampuni hamba yang mengharap rahmat-Nya, Engkau maha mencukupi. Tiada yang mencukupi selain-Mu. Cukupilah aku dari keburukan sesuatu yang kukhawatirkan, penuhilah tempatku ini dengan kebaikan dan keberkahan. Shalawat salam semoga tercurah kepada nabi dan utusan-Mu, junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada para keluarga serta sahabatnya." 

Amalan di atas dibaca setiap pagi dan sore selama tiga hari berturut-turut.

Baca Juga: Awali Pagimu dengan Doa Waktu Pagi yang Dibaca Rasulullah, Insya Allah Harimu Penuh dengan Keberkahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
W
Editor
Wahyu SK