Akurat

Bunuh Diri dalam Islam: Dosa Besar dan Siksa Akhirat Bagi Pelakunya

Fahri Hilmi | 13 Desember 2023, 14:41 WIB
Bunuh Diri dalam Islam: Dosa Besar dan Siksa Akhirat Bagi Pelakunya

AKURAT.CO Kasus dugaan bunuh diri terbaru yang dilakukan satu keluarga di Malang, Jawa Timur, pada Selasa (12/12/2023) kemarin, menambah catatan kasus bunuh diri yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.

Melihat kasus ini, maka kembali menjadi perhatian terkait tindakan bunuh diri yang kerap dipilih masyarakat karena dianggap menjadi solusi dan jalan keluar dari suatu permasalahan, termasuk bagaimana aturan Islam menyikapi pandangan tersebut.

Baca Juga: Anak SD di Pekalongan Bunuh Diri Akibat Ponsel Disita, Ini 7 Aplikasi yang Bisa Pantau Tontonan Buah Hati Bunda

Terkait hukum melakukan bunuh diri, Allah SWT telah menetapkan larangan tindakan tersebut untuk dilakukan manusia dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 29-30, sebagai berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

Yaa ayyuhalladzîna âmanû lâ ta'kulû amwâlakum bainakum bil-bâthili illâ an takûna tijâratan ‘an tarâdlim mingkum, wa lâ taqtulû anfusakum, innallâha kâna bikum raḫîmâ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil (tidak benar), kecuali berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kamu. Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa: 29).

Dilansir dari berbagai sumber, bunuh diri tidak hanya ditetapkan sebagai larangan bagi umat manusia, melainkan juga mendatangkan dosa yang besar bagi pelakunya. Hal ini dijelaskan dalam Kitab Is'adur Rafiq oleh Habib Abdullah bin Husain Ba’alawi:

“Termasuk dosa besar adalah bunuh diri. Ini berdasarkan sabda Nabi SAW: “Dari Abu Hurairah RARasulullah SAW bersabda:

مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهِ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا

Artinya: “Barangsiapa menjatuhkan diri dari gunung, hingga membunuh jiwanya (bunuh diri), maka ia akan jatuh ke neraka jahanam. Ia kekal serta abadi di dalamnya selama-lamanya. Barangsiapa menegak racun hingga meninggal dunia, maka racun tersebut akan berada di tangannya, dan ia akan menegaknya di neraka jahanam. Ia kekal serta abadi di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan (menusuk dirinya dengan) besi, maka besi itu akan ada di tangannya, dengannya ia akan menghujamkan ke perutnya di neraka jahanam. Ia kekal dan abadi di dalamnya selama-lamanya.” (HR. Bukhari no. 5778 dan Muslim no. 109).

Baca Juga: Catat, Dosa Larangan Bunuh Diri Karena Putus Cinta Menurut Islam

Dalil tersebut menjadi penjelas bahwa bunuh diri merupakan tindakan yang tidak hanya diawali dengan rasa sakit saat mengakhiri hidup di dunia, melainkan juga mendatangkan dosa besar, serta siksa di akhirat.

Pada hakikatnya mati dan hidup manusia merupakan kuasa Allah SWT. Maka dari itu, tidak sepantasnya manusia melampaui ketetapan tersebut dan dengan kesadarannya mengakhiri hidup dan menyia-nyiakan nyawa yang dianugerahi Allah SWT kepadanya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Fahri Hilmi
R