Akurat

Memaknai Banyak Anak Banyak Rezeki Dalam Perspektif Islam

Fahri Hilmi | 12 November 2023, 11:16 WIB
Memaknai Banyak Anak Banyak Rezeki Dalam Perspektif Islam

AKURAT.CO Di zaman modern seperti saat ini, stigma yang berbunyi ‘Banyak Anak Banyak Rezeki’ mulai terlupakan dan ditinggalkan oleh masyarakat. Meski begitu, sebagian orang masih memercayai pepatah ini, sebagaimana pandangan Islam yang membenarkan stigma ini melalui sejumlah ayat Al-Quran hingga hadits Rasulullah SAW.

Dalam Islam, pernikahan merupakan salah satu ibadah panjang yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW dengan membentuk keluarga yang penuh berkah dengan hadirnya keturunan. Sebagaimana sebuah hadis menjelaskan:

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: إِنِّي أَصَبْتُ امْرَأَةً ذَاتَ حَسَبٍ وَجَمَالٍ، وَإِنَّهَا لَا تَلِدُ، أَفَأَتَزَوَّجُهَا، قَالَ: «لَا» ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَةَ فَنَهَاهُ، ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ، فَقَالَ: تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ

Artinya: "Diriwayatkan dari Ma'qil bin Yasar, ia berkata: Seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW, lalu ia bertanya: “Sesungguhnya aku ingin menikahi perempuan mulia yang cantik akan tetapi tidak memiliki anak, apakah tepat bila aku menikahinya?”

Baca Juga: Buka Pintu Rezeki Dengan Rutin Membaca Al-Waqiah

Rasulullah SAW pun menjawab: “Tidak.” Kemudian lelaki itu datang kedua kalinya, Rasulullah SAW menjawab: “Tidak.”

Selanjutnya, lelaki itu datang ketiga kalinya, Rasulullah SAW pun menjawab: “Menikahlah dengan perempuan yang punya kecintaan, punya banyak keturunan, sebab aku akan membanggakan kalian di hadapan para pemimpin (esok di hari Kiamat)”. (Sunan Abi Dawud; 2/220).

Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menerangkan bahwa Islam menganjurkan umatnya untuk memiliki banyak keturunan yang akan menjadi kebanggan Nabi SAW di hari akhir kelak.

Sebagaimana stigma “Banyak Anak Banyak Rezeki,” Islam memandang keutamaan memiliki anak tidak hanya sebatas membawa rezeki, melainkan memiliki banyak keutamaan lainnya, sebagai berikut:

1. Tidak akan menghilangkan rezeki

Saat ini, memiliki anak dianggap sebagian orang sebagai keputusan yang memberatkan orang tua, terutama pada sektor perekonomian. Di sisi lain, Islam memandang rezeki sebagai sebuah ketetapan dari Allah SWT yang tidak akan mendatangkan kemiskinan kepada hambaNya.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat 31;

وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيْرًا

Wa lâ taqtulû aulâdakum khasy-yata imlâq, naḫnu narzuquhum wa iyyâkum, inna qatlahum kâna khith'ang kabîrâ.

Artinya: “Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan (juga) kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka itu adalah suatu dosa yang besar. (QS. Al-Isra: 31).

2. Sumber mengalirnya pahala meski sudah tiada

Keutamaan lain dari memiliki anak ialah sebagai sumber mengalirnya pahala bagi orang tua meskipun keduanya sudah meninggal. Dalam hal ini, doa anak yang saleh akan memberikan pahala jariyah (pahala yang tidak terputus) bagi orang tuanya, yang akan terus mengalir hingga ke akhirat.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِذَا مَاتَ الاِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مَنْ شَلاَثَةِ : إِلاَّ مِنْ صَدَ قَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: “Apabila manusia itu telah mati maka terputuslah dari semua amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, atau ilmu yang terus diambil manfaatnya, atau anak shalih yang mendoakannya” (HR. Muslim, dan lain-lain).

Baca Juga: Jenis-jenis Rezeki Yang Disebut Dalam Al-Quran, Salah Satunya Karena Anak

3. Mengangkat derajat orang tua di surga

Memiliki keturunan juga membawa keutamaan bagi seseorang ketika berada di surga kelak. Melalui istighfar yang diberikan anak sebagai doa untuk memohon pengampunan atas orang tuanya, Allah SWT akan mengangkat derajat orang tua anak tersebut di surga.

Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِى الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ : أَنَّى (لِي) هَذَا؟ فَيَقُالُ : بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh, Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba-Nya yang shalih di surga.” Maka ia pun bertanya: “Wahai Rabbku, bagaimana ini bisa terjadi?” Rasulullah SAW pun menjawab: “Berkat istighfar anakmu bagi dirimu”. (HR. Ahmad, Ibnu Katsir berkata, isnadnya shahih). (Yasmina Nuha)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Fahri Hilmi
R