Mengenal Kriteria Mati Syahid Dan Keutamaannya

AKURAT.CO Mati syahid dalam Islam merujuk pada seseorang yang meninggal dalam keadaan penuh kemuliaan dan keberkahan.
Seseorang yang mengalami mati syahid dianggap sebagai individu yang berakhir hidupnya dengan kebaikan dan kesucian.
Mati syahid dalam Islam pada dasarnya diperoleh oleh orang yang gugur dalam pertempuran untuk mempertahankan agama Islam.
Dalam hal ini, perlakuan terhadap mereka yang mati syahid berbeda, yakni jenazah tidak dimandikan.
Namun, menariknya, ada sejumlah kriteria yang dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi mati syahid menurut ajaran Islam.
Ini mencakup berbagai situasi di mana seseorang dapat dianggap mati syahid.
Baca Juga: Ini Orang-orang yang Mendapat Predikat Mati Syahid
Berikut ulasan mengenai kriteriadan keutamaan mati syahid, simak penjelasannya!
Rasulullah SAW telah menjelaskan berbagai kriteria untuk menggambarkan mati syahid dalam Islam. Ini menunjukkan bahwa berperang di jalan Allah SWT, sebagaimana yang terjadi pada masa Rasulullah SAW, bukanlah satu-satunya cara untuk mencapai status syahid.
Dalam salah satu hadisnya, Nabi Muhammad SAW menekankan bahwa cara kita menjalani kehidupan kita sehari-hari memiliki kesetaraan pentingnya dengan bagaimana kita menutup mata kita terakhir kali.
Hadis tersebut menggarisbawahi bahwa penghargaan syahid dalam agama Islam juga dapat diperoleh melalui tindakan kita selama kehidupan ini, yang mencerminkan komitmen, kesucian, dan ketulusan dalam beribadah dan berperilaku.
Rasulullah SAW bersabda
"Ada tujuh jenis mati syahid selain orang yang gugur di jalan Allah di antaranya yakni seseorang yang terbunuh oleh wabah, kondisi tenggelam, radang selaput dada, penyakit perut, korban kebakaran, meninggal di bawah bangunan, dan wanita yang meninggal saat melahirkan adalah syahid." (Al Muwatta Malik, Buku 16, Hadis 36)
Baca Juga: Gus Baha: Jangan Minta Mati Syahid, Nanti Kalau Mati, Tidak Bisa Lagi Membela Agama Allah
Adapun Rasulullah SAW menyampaikan kriteria mati syahid dalam hadis lainnya.
Berikut ini hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang menyebutkan hal itu:
"Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, 'Orang yang mendapat derajat syahid ada lima jenis, yaitu (1) korban meninggal karena wabah tha'un (pes), (2) korban meninggal karena sakit perut, (3) korban tenggelam, (4) korban reruntuhan, dan (5) orang gugur di jalan Allah'," (HR Bukhari dan Muslim)
5 Kriteria Mati Syahid Menurut Nabi SAW
-
Berperang
Mereka yang gugur dalam pertempuran sambil mempertahankan agama Allah dianggap sebagai syuhada dengan status yang sangat mulia. Jenazah mereka dapat langsung dikubur tanpa perlu menjalani prosesi penyucian atau salat jenazah sebelumnya.
Dari Jabir bin Abdillah RA, Nabi SAW bersabda terkait jenazah korban Perang Uhud:
لَا تُغَسِّلُوهُمْ، فَإِنَّ كُلَّ جُرْحٍ - أَوْ كُلَّ دَمٍ - يَفُوحُ مِسْكًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: "Jangan kalian mandikan mereka, karena setiap luka atau darah, akan mengeluarkan bau harum minyak misk pada hari kiamat." (HR. Ahmad 14189 dan dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth)
-
Membela hartanya
Salah satu kriteria lain untuk dianggap mati syahid adalah ketika seseorang mempertahankan harta miliknya dari upaya perampokan atau pencurian oleh orang jahat.
Jika seorang muslim melindungi hartanya dengan tulus dan kebaikan hingga akhirnya meninggal dunia dalam proses itu, dia akan diberi pahala mati syahid.
Diriwayatkan oleh Sa'id bin Zayd: Nabi (SAW) berkata:
عنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ (رواه البخاري)
Artinya:
"Barangsiapa yang terbunuh saat melindungi hartanya adalah syahid dan dia yang terbunuh saat membela keluarganya, atau darahnya, atau agamanya adalah syahid" (Sunan Abi Dawud, Buku 42, Hadis 177)
-
Terkena wabah
Meskipun kematian mereka bukan disebabkan oleh perang, mereka masih dianggap mati syahid. Jenazah mereka diperlakukan sesuai prosedur umum dalam Islam, termasuk dimandikan dan disalatkan sebelum dimakamkan.
-
Meninggal karena sakit perut
Orang-orang yang meninggal karena sakit perut juga termasuk dalam golongan yang dianggap mati syahid. Dalam kitab Fathul Bari terdapat Bab: obat sakit perut dan terdapat hadits Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda,
"Barangsiapa yang mati karena (ada penyakit) dalam perut maka ia syahid." (HR Muslim)
Imam An-Nawawi menyebutkan, orang yang meninggal karena penyakit di perutnya, baik karena tenggelam, melahirkan, atau yang lainnya diganjar dengan pahala syahid.
-
Tertimpa reruntuhan bangunan
Kriteria mati syahid selanjutnya adalah ketika seseorang meninggal karena tertimpa bangunan atau struktur yang mengakibatkan kematian mereka.
Dalam situasi seperti ini, seseorang mungkin mengalami luka serius, seperti patah tulang, robeknya jaringan tubuh, kehilangan darah, dan penderitaan yang berkepanjangan sebelum akhirnya meninggal dunia.
Ini adalah salah satu contoh proses kematian yang menyakitkan secara bertahap, dan dalam Islam, kematian semacam ini dapat dianggap sebagai syahid.
Keutamaan Mati Syahid
Dalam Islam, banyak orang yang berusaha mencapai kemuliaan mati sebagai syahid.
Terdapat beberapa keutamaan yang diberikan kepada mereka yang meninggal dalam keadaan syahid, di antaranya adalah pengampunan dosa-dosa mereka, pameran surga sebagai balasan, terhindar dari siksa kubur, dan mendapatkan kebahagiaan serta pahala yang besar di akhirat.
Hal ini menunjukkan pentingnya dan nilai yang diberikan pada pengorbanan dan perjuangan dalam menjaga agama dan kebenaran.
Seperti yang terperinci dalam hadis di bawah ini:
"Rasulullah Saw bersabda: Orang yang mati syahid di sisi Allah mempunyai enam keutamaan; dosanya akan diampuni sejak awal kematiannya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dijaga dari siksa kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang besar saat dibangkitkan dari kubur, diberi mahkota kemuliaan yang satu permata darinya lebih baik dari dunia seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan diberi hak untuk memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari keluarganya." (HR. At-Tirmidzi no. 1629 dan Ibnu Majah no.2796)
Demikian sejumlah kriteria dan keutamaan mati syahid menurut Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat. (Maulidia Azzahra)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









