Akurat

8 Lelah Yang Disukai Oleh Allah Dan Rasulullah

User Migras | 9 Oktober 2023, 17:15 WIB
8 Lelah Yang Disukai Oleh Allah Dan Rasulullah

 

AKURAT.CO Lelah adalah suatu kondisi tubuh yang kekurangan energi, baik itu secara fisik maupun secara emosional.

Lelah pasti dialami oleh semua orang, entah itu merasa lelah karena pekerjaan, atau merasa lelah akan banyak hal dalam melewati kegiatan sehari-hari.

Rasa lelah yang berlebihan tentunya dapat menyebabkan seseorang merasa pegal-pegal pada tubuhnya, atau juga merasa marah dan juga sedih akibat dari rasa lelah tersebut.

Tetapi dalam Islam, rasa lelah bisa menjadi suatu hal yang sangat disukai oleh Allah SWT, hal ini dikarenakan ada beberapa rasa lelah yang sangat disukai oleh Allah dan Rasul-Nya, bahkan rasa lelah pun sudah dijelaskan melalui al-Quran, tentang rasa lelah yang disebabkan oleh apa saja sehingga disukai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Baca Juga: Sering Merasa Lelah? Lakukan 7 Jenis Istirahat Ini Agar Tetap Produktif

Dikutip dari berbagai sumber pada Senin (9/10/2023), ada beberapa rasa lelah yang disukai oleh Allah dan Rasul-Nya serta hal ini sudah tercantum dalam al-Quran.

Berikut ini 8 rasa lelah yang disukai oleh Allah dan Rasul-Nya:

1. Lelah dalam kesusahan dan sakit, dijelaskan melalui surah al-Baqarah ayat 155

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar".

Surah al-Baqarah ayat 155 ini menjelaskan tentang orang-orang yang sabar dalam menghadapi cobaan akan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta jiwa, sakit dan merasa lela akan semua hal ini tetapi orang tersebut masih tetap sabar maka rasa lelahnya akan disukai oleh Allah SWT. Seperti yang dikatakan oleh Hasan al-Bashri; "Keridhoan itu mulia, tetapi kesabaran adalah sandaran yang lebih utama bagi seorang mukmin."

2. Lelah dalam beribadah dan beramal, dijelaskan melalui surah al-Imran ayat 79

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ ٱللَّهُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحُكْمَ وَٱلنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا۟ عِبَادًا لِّى مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَٰكِن كُونُوا۟ رَبَّٰنِيِّۦنَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ ٱلْكِتَٰبَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ

Artinya: Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, "Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah," tetapi (dia berkata), "Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya!"

Lelah dalam melaksanakan ibadah dan beramal merupakan suatu lelah yang sangat disukai oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, sebab orang-orang yang melakukan ibadah dan amal tanpa mengenal rasa lelah adalah orang-orang yang sabar lagi ikhlas dalam menjalankan perintah Allah SWT. Dalam hadis dijelaskan bahwa Allah SWT membanggakan penduduk Arafah yang beribadah kepadanya walaupun dalam keadaan lusuh dan lelah.

"Sesungguhnya Allah membanggakan penduduk Arafah kepada malaikat-Nya pada siang Arafah, seraya berfirman,” Lihatlah kepada hamba-Ku mereka datang dalam kondisi lusuh dan berdebu." (HR Ahmad, disahihkan oleh Albani)

Baca Juga: 7 Tanda Batin Lelah, Coba Kamu Segera Cek!

3. Lelah mengurus keluarga, terdapat dalam surah at-Tahrim ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Dari ayat di atas menjelaskan bahwa seseorang harus mampu dan bisa menjaga keluarganya dari perbuatan yang dilarang oleh Allah dan menasihati keluarganya untuk melakukan amalan-amalan yang sudah diperintahkan oleh-Nya. Apabila seseorang merasa lelah dalam mengurus keluarganya, maka Allah SWT akan meridhoinya kelak di akhirat.

4. Lelah menuntut ilmu, termaktub dalam surah al-Imran ayat 79

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ ٱللَّهُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحُكْمَ وَٱلنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا۟ عِبَادًا لِّى مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَٰكِن كُونُوا۟ رَبَّٰنِيِّۦنَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ ٱلْكِتَٰبَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ

Artinya: Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, "Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah," tetapi (dia berkata), "Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya!"

Orang yang merasa lelah ketika menuntut ilmu pasti akan dimuliakan oleh Allah dengan memudahkan baginya jalan menuju surga. Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban seperti yang terdapat dalam hadis; "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim." (hadis ini Shahih sebagaimana diriwayatkan oleh beberapa sahabat diantaranya; Anas bin Malik, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ali bin Abi Thalib dan Abu Sa'id al-khudri. Bisa dilihat dalam sahih al-Jami: 3913).

"Barangsiapa mendaki jalan untuk menuntut ilmu niscaya akan Allah mudahkan jalan baginya menuju surga. Sejatinya malaikat mengepakkan sayapnya sebagai tanda ridha bagi para pembawa ilmu. Seorang alim sejati akan dimohonkan ampun-nan oleh penduduk langit dan bumi serta ikan yang berada di lautan. Sesungguhnya keutamaan orang alim (berilmu) di atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan saat purnama di atas bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu pewaris Nabi. Para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambil ilmu berarti mengambil bagian yang besar." (HR Tirmidzi)

Baca Juga: Doa Khusus untuk Melepas Lelah

5. Lelah dalam berdakwah dan mengajak kebaikan. Terdapat dalam surah Fusilat ayat 33

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا و َقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

Artinya: Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang yang muslim (yang berserah diri)?”

Di sisi lain, dijelaskan juga mengenai dakwah sebagaimana yang termaktub dalam surah al-Imran ayat 104; "Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

6. Lelah karena mengandung, melahirkan dan menyusui, dijelaskan surah Luqman ayat 14

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

Artinya: Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyusuinya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Lelah seorang ibu dalam mengandung, menyusui dan mengurus anaknya pasti akan mendapatkan pahala dari Allah swt. jika diiringi dengan niat benar-benar karena mengharapkan keridhoan dari Allah. Rasulullah saw. bersabda; Jika seorang hamba sakit atau melakukan (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat (HR Bukhari: 2996)

7. Lelah karena mencari nafkah, termaktub dalam surah al-Jumu'ah ayat 10

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak beruntung agar kamu beruntung.

Lelah dalam mencari nafkah juga dijelaskan melalui hadis yang diriwayatkan oleh Thabrani berikut ini: Barang siapa yang di waktu sore merasa capek (lelah) lantaran pekerjaan kedua tangannya (mencari nafkah maka di saat itu diampuni dosa baginya. (HR Thabrani)

8. Lelah karena berjihad di jalan Allah, dijelaskan surah at-Taubah ayat 111

إِنَّ ٱللَّهَ ٱشْتَرَىٰ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَٰلَ هُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلْجَنَّةَ ۚ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقْت ُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإ ِنجِيلِ وَٱلْقُرْءَانِ ۚ

Artinya: Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan al-Quran...

Berjihad di jalan Allah juga dijelaskan dalam surah al-Hajj ayat 78; Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama...

Delapan lelah yang terdapat dalam al-Quran yang sudah dijelaskan di atas menunjukkan bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh umat muslim pasti akan diberikan ganjaran pahala dan sudah diatur oleh Allah SWT segalanya.

Bahkan merasa lelah terhadap suatu pekerjaan, mencari nafkah hingga lelahnya seorang kepala keluarga dalam mengurus keluarga serta seorang ibu yang merasa lelah dalam mengandung pun pasti akan mendapatkan pahala dan kemuliaan di sisi Allah SWT selama apa yang dilakukannya merupakan benar-benar niat karena mengharapkan keridhoan dari Allah SWT.

Wallahu a'lam bissawab. (Raodatulajanah)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

U
Reporter
User Migras
W
Editor
Wahyu SK