Sejarah Berdirinya Masjidil Haram Di Makkah

MAKURAT.CO, MasjidilHaram, atau Masjid al-Haram, adalah masjid utama di Kota Makkah, Arab Saudi, dan merupakan salah satu tempat suci terpenting dalam agama Islam. Sejarah berdirinya Masjidil Haram sangat terkait dengan perkembangan awal Islam.
Berikut adalah ringkasan singkat sejarahnya:
Pada zaman pra-Islam
Sebelum Islam, wilayah Makkah merupakan pusat keagamaan dan perdagangan di Arab. Di tengah Makkah terdapat Ka'bah, yang diyakini sebagai bangunan suci oleh berbagai suku Arab, meskipun banyak di antara mereka telah menjalani praktik-praktik penyembahan berhala.
Pembangunan Ka'bah oleh Nabi Ibrahim
Menurut tradisi Islam, Nabi Ibrahim (Abraham) dan putranya Isma'il (Ishmael) membangun kembali Ka'bah sebagai tempat penyembahan Allah yang satu, Tuhan yang Maha Esa. Ka'bah menjadi pusat tawaf (mengelilingi Ka'bah) dan pusat agama monotheistik.
Baca Juga: Hubungan Masjid Istiqlal Dan Gereja Katedral Jakarta
Kehidupan Nabi Muhammad
Padaabad ke-7 Masehi, Nabi Muhammad lahir di Makkah dan mengembangkan ajaran Islam. Setelah mendapatkan wahyu, beliau mengajak orang-orang untuk menyembah Allah yang Maha Esa dan menghapuskan penyembahan berhala. Ka'bah menjadi pusat tawaf dalam Islam.
Perluasan Masjid
Dibawah kepemimpinan Nabi Muhammad, Masjidil Haram mengalami perluasan pertama kali. Setelah penaklukan Makkah oleh Muslim, Masjidil Haram terus mengalami perluasan dan pembaruan selama berabad-abad untuk mengakomodasi jumlah peziarah yang semakin meningkat.
Perkembangan modern
Padaabad ke-20 dan 21, Pemerintah Arab Saudi melakukan proyek-proyek besar untuk memperluas Masjidil Haram dan menambahkan fasilitas-fasilitas modern, termasuk menara dan gedung-gedung tinggi. Ini telah meningkatkan kapasitas masjid untuk menampung jutaan jamaah dalam ibadah, terutama selama musim haji.
Baca Juga: Baca Doa Ini Saat Akan Masuk Masjid Di Hari Jumat
Saat ini, Masjidil Haram tetap menjadi tempat utama untuk pelaksanaan ibadah haji dan umrah bagi jutaan umat Islam dari seluruh dunia setiap tahunnya. Sudahkah Anda berziarah ke Masjidil Haram?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








