Akurat

Hukum Menyakiti Kucing Dalam Islam, Azabnya Tidak Main-Main!

| 10 September 2023, 11:00 WIB
Hukum Menyakiti Kucing Dalam Islam, Azabnya Tidak Main-Main!

AKURAT.CO Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang sering dianggap sebagai teman setia bagi manusia. Dalam Islam, hewan-hewan dianggap sebagai ciptaan Allah yang memiliki nilai dan peran dalam ekosistem yang seimbang.

Rasulullah Muhammad SAW sendiri memberikan contoh teladan dalam memperlakukan hewan dengan penuh kasih sayang. Ada banyak hadis yang mencatat perlindungan dan kasih sayang beliau terhadap kucing.

Salah satu hadis yang terkenal adalah ketika Rasulullah memotong lengan jubahnya daripada mengganggu seekor kucing yang sedang tidur di atasnya. Tindakan ini menunjukkan pentingnya menghormati makhluk Allah yang lain, bahkan yang paling kecil sekalipun.

Hukum Menyakiti Kucing dalam Islam

Dalam Islam, menyakiti kucing atau hewan lainnya adalah perbuatan yang dilarang dan dianggap dosa.

Hal ini merupakan konsep dasar dalam ajaran Islam yang disebut sebagai "Rahmah" atau belas kasih. Quran sendiri mengajarkan untuk berperilaku baik terhadap hewan-hewan Allah:

"Dan tidak ada suatu binatang melata di bumi pun dan burung yang terbang dengan kedua sayapnya melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Kami tidak mengabaikannya dalam Al Kitab. Kemudian kepada Tuhan merekalah mereka akan dikumpulkan." (Quran, Al-An'am: 38)

Maksudnya adalah setiap makhluk hidup di bumi ini adalah umat yang juga memiliki tempat dan haknya dalam rencana Allah. Oleh karena itu, melukai atau menyakiti kucing atau hewan lain adalah pelanggaran hukum dalam agama Islam.

Selain contoh yang telah disebutkan tentang Rasulullah SAW, Islam juga mencatat kasih sayang yang diberikan kepada kucing. Salah satu kisah terkenal adalah tentang salah seorang sahabat Rasulullah, Abu Hurairah, yang dikenal sebagai "Pengasuh Kucing."

Beliau begitu mencintai kucing hingga memiliki nama "Abu Hurairah," yang berarti "Ayah Kucing." Kisah ini menunjukkan bahwa kasih sayang dan perhatian terhadap kucing merupakan nilai yang sangat dihargai menurut umat Islam.

Hikmah Perlindungan Kucing dalam Islam

Perlindungan hewan dalam Islam bukan hanya tentang menjalankan ajaran agama, tetapi juga memiliki hikmah-hikmah yang mendalam. Beberapa hikmah tersebut adalah:

1. Mendapat Pemahaman Tentang Nilai-nilai Kemanusiaan

Perlindungan terhadap hewan membantu manusia mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan seperti belas kasih, keadilan, dan empati.

2. Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Hewan-hewan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Melindungi mereka adalah upaya untuk menjaga keseimbangan alam.

3. Mendatangkan Pahala dan Kebaikan

Islam mengajarkan bahwa perbuatan baik terhadap hewan akan mendatangkan pahala. Ini merupakan insentif positif untuk memperlakukan hewan dengan baik.

Dalam Islam, manusia diberikan tanggung jawab untuk merawat dan melindungi makhluk Allah, termasuk kucing.

Tanggung jawab tersebut mencakup memberi makan, memberikan perlindungan, dan menghindari perlakuan kasar atau penyiksaan terhadap mereka.

Menyakiti kucing atau hewan lainnya merupakan pelanggaran yang serius dalam ajaran agama Islam.

Cara Mengatasi Tantangan Perlindungan Kucing

Meskipun Islam mengajarkan untuk melindungi dan merawat kucing, masih ada tantangan dalam mengimplementasikan nilai-nilai ini di dunia nyata. Beberapa tantangan tersebut meliputi:

- Banyak kucing yang terlantar dan membutuhkan bantuan. Masyarakat Islam diharapkan untuk memberikan bantuan kepada kucing jalanan dalam bentuk memberi makan dan memberikan perlindungan.

- Penting untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya melindungi hewan dan dampak buruk penyiksaan terhadap hewan.

- Penting untuk memiliki hukum yang efektif dan penegakan hukum yang tegas untuk melindungi hewan dari penyiksaan.

Perlindungan terhadap kucing bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam.

Sebagai umat Islam, tentu harus memiliki tanggung jawab untuk merawat dan melindungi kucing serta hewan-hewan lainnya. Hal tersebut adalah langkah penting dalam menjaga keseimbangan alam dan mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.