Sejarah Masjid Dhirar Yang Dibakar Karena Isinya Orang-orang Munafik

AKURAT.CO Sejarah masjid Dhirar berawal dari adanya pembangunan masjid Quba, yaitu masjid yang pembangunannya dilakukan oleh Rasulullah SAW ditemani para sahabat.
Masjid Quba pun menjadi masjid pertama dalam sejarah Islam yang dibangun oleh Rasulullah SAW.
Berdirinya masjid Quba menjadi pusat kegiatan umat Islam, membuat orang-orang munafik mulai merasa tidak tenang karena terjalinnya persaudaraan yang erat di kalangan umat Islam saat itu.
Dari keresahannya itu, orang-orang munafik pun membangun masjid yang lebih bagus di Madinah untuk memecah belah persaudaraan, serta melemahkan persatuan umat Islam.
Masjid yang dibangun oleh orang-orang munafik tersebut disebut dengan masjid Dhirar.
Berkaitan dengan pembangun masjid Dhirar ini, sudah dijelaskan oleh Allah SWT melalui dalil Al-Quran surah At-Taubah ayat 107-110.
وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ مَسْجِدًۭا ضِرَارًۭا وَكُفْرًۭا وَتَفْرِيقًۢا بَيْنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًۭا لِّمَنْ حَارَبَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ مِن قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَآ إِلَّا ٱلْحُسْنَىٰ ۖ وَٱللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ ١٠٧
Artinya: "Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, "Kami hanya menghendaki kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya)."
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًۭا ۚ لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌۭ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُطَّهِّرِينَ ١٠٨
Artinya: "Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih."
أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَـٰنَهُۥ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٍ خَيْرٌ أَم مَّنْ أَسَّسَ بُنْيَـٰنَهُۥ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍۢ فَٱنْهَارَ بِهِۦ فِى نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ ١٠٩
Artinya: "Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan-(Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam Neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
لَا يَزَالُ بُنْيَـٰنُهُمُ ٱلَّذِى بَنَوْا۟ رِيبَةًۭ فِى قُلُوبِهِمْ إِلَّآ أَن تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ ١١٠
Artinya: "Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
Pada ayat 107 dan 108 surah At-Taubah ini, merupakan ayat yang turun kepada Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan sebagai perintah dalam membakar masjid Dhirar.
Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan tentang ‘Asbabun Nuzul’ turunnya dua ayat pada surah At-Taubah yang berkaitan dengan masjid Dhirar. Masjid Dhirar disebut sebagai masjid provokatif yang dikuasai oleh kaum munafik, yang dipimpin oleh seorang pendekat bernama Abu Amir al-Rahib.
Masjid Dhirar awal mulanya diakui oleh baginda Rasulullah SAW, bahkan beliau pun ingin mengunjungi masjid tersebut.
Namun, ketika Nabi Muhammad kembali dari perang Tabuk, beliau mendengar berita negatif terkait masjid Dhirar.
Untuk menelusuri kebenaran informasi yang didengarnya, Rasulullah pun mengutus Malik bin Dukhyum, Ma’an bin Adi, Amir bin As-Sakan dan Wahsyi untuk menyelidiki kebenaran adanya masjid Dhirar. Sehingga diketahuilah latar belakang dari berdirinya masjid tersebut yang didirikan oleh orang-orang zalim.
Pembakaran masjid Dhirara dilakukan atas perintah Rasulullah SAW, yang mana hal ini dilakukan sebab adanya niat tersembunyi dibalik pembangunan masjid tersebut, yang dapat melemahkan serta mereka (orang-orang munafik) seraya mempersiapkan rencana penyerangan kepada umat Islam dan Nabi Muhammad SAW.
Sejarah berdiri dan pembakaran masjid Dhirar sebagaimana yang sudah tertulis dalam Al-Quran, menunjukkan bahwa umat muslim tidak boleh terkecoh dan terlena dengan kemunculan simbol-simbol tertentu, yang mana tujuannya belum diketahui pasti baik atau tidak.
Semoga dengan mengetahui sejarah berdiri dan pembakaran masjid Dhirar, dapat menambah wawasan umat muslim tentang asbabun nuzul dari ayat Al-Quran serta mengetahui apa saja sejarah yang ada dalam ajaran Islam. (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa 2026/27: Skor, H2H, Susunan Pemain
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana








