Subhanallah! Kesabaran Hasan al-Bashri ini Membuat Tetangganya Mengucap Dua Kalimat Syahadat

AKURAT.CO Kehidupan Hasan al-Bashri dikenal sangat sangat sederhana. Beliau merupakan ulama pewaris nabi yang wara' dan zuhud, baik dalam hal makanan, berpakaian dan tempat tinggal. Sehari-hari, Hasan al-Bashri selalu makan buah-buahan dan roti kering. Di dalam rumahnya tidak ada perabotan kebutuhan seperti kasur, bantal dan lainnya.
Hasan al-Bashri tinggal bersama istrinya di sebuah rumah susun. Pada bagian atas rumahnya ditinggali oleh seorang Nasrani. Namun hal itu bukan menjadi penyebab utama untuk membatasi kesehariannya dengan tetangga. Beliau dikenal rukun dan harmonis meski mendapati kekurangan dari segi ekonomi.
Tetap di dalam kamar Hasan al-Bashri terlihat sebuah ember kecil yang digunakan untuk menampung tetesan air dari atap kamarnya. Istrinya memang sengaja memasangnya atas permintaan Hasan al-Bashri agar tetesan tak jatuh membasahi lantai rumahnya.
Meski harus rela mengganti ember yang selalu penuh itu, Hasan al-Bashri tidak pernah berniat memperbaiki atap itu. “Kita tidak boleh mengusik tetangga,” dalihnya.
Jika dilihat dari segi bangunan, atap kamar Hasan al-Bashri sejajar dengan ubin kamar mandi seorang Nasrani itu. Karena terdapat kerusakan, air kencing dan kotoran merembes ke dalam kamar Sang Imam tanpa mengikuti saluran yang sudah disediakan.
Tetangga Nasrani itu tidak melakukan perbaikan terkait kerusakan ini, karena Hasan al-Bashri sendiri belum pernah menegurnya. Hingga suatu ketika si tetangga menjenguk Hasan al-Bashri yang tengah sakit dan menyaksikan sendiri cairan najis kamar mandinya menimpa ruangan Hasan Al-Bashri.
“Wahai, Imam, sejak kapan engkau bersabar dengan semua ini,” kata tetangga Nasrani terlihat menyesal.
Hasan al-Bashri hanya terdiam memandang, sambil melempar senyuman kecil.
Merasa tidak ada jawaban tetangga Nasrani pun setengah mendesak. “Tolong katakan dengan jujur, wahai Imam. Ini demi melegakan hati kami,".
Dengan suara berat Hasan al-Bashri pun menimpali, “Hal ini terjadi dua puluh tahun yang lalu,".
“Lantas mengapa engkau tidak memberitahuku?” tanya si tetangga.
“Memuliakan tetangga adalah sesuatu kewajiban. Nabi kami mengajaran, ‘Siapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir maka muliakanlah tetangga kalian. Karena anda adalah tetangga saya,” ujarnya lirih.
Setelah mendengar penjelasan Hasan al-Bashri, tetangga Nasrani itu seketika mengucapkan dua kalimat syahadat. Subhanallah. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta


