Belajar Trading dari Medsos, Finex Ingatkan Trader Muda Pilah Sumber

AKURAT.CO Bagi banyak anak muda Indonesia, pelajaran trading pertama tidak datang dari buku atau kelas. Pelajaran itu datang dari video pendek di media sosial.
Hal ini tidak mengherankan. Anak muda kini mendominasi pasar modal. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 55,25 persen investor Indonesia berusia di bawah 30 tahun, dengan total investor mencapai 32,17 juta hingga akhir September 2026.
Masalahnya, tidak semua konten dibuat untuk mengedukasi. Sebagian dibuat untuk berjualan, entah itu grup sinyal, kelas berbayar, atau tautan referral ke platform yang belum tentu berizin.
Baca Juga: 13 Tahun Finex: Edukasi Bukan Pelengkap, Tapi Fondasi Baru Industri Trading Indonesia
OJK merespons kondisi ini dengan memperketat aturan bagi influencer keuangan lewat POJK 6/2026. Dalam aturan tersebut, pembuat konten keuangan dilarang menjanjikan keuntungan pasti, wajib mengungkapkan jika dibayar untuk mempromosikan produk, dan wajib mencantumkan peringatan risiko untuk produk berisiko tinggi seperti derivatif.
Konten yang dibuat dengan bantuan AI juga wajib diungkapkan. OJK kini juga berwenang menurunkan konten influencer keuangan yang melanggar. Bagi trader muda, pesannya sederhana: tidak semua yang terlihat seperti edukasi benar-benar edukasi.
Pialang berjangka Finex mengajak trader muda memeriksa tiga hal sebelum memercayai konten trading di internet. Apakah pembuat konten menjanjikan keuntungan pasti? Apakah mereka terbuka soal siapa yang membayar mereka? Dan apakah mereka jujur membahas kerugian, bukan hanya keuntungan?
“Media sosial membuat belajar trading jadi jauh lebih mudah, dan itu hal yang baik. Tapi trader muda perlu bisa membedakan mana edukasi dan mana promosi. Kalau seseorang hanya memamerkan profit dan tidak pernah membahas risiko, itu tanda bahaya,” ujar Agung Wisnuaji, Direktur Utama Finex.
Agung menambahkan, pialang juga ikut bertanggung jawab atas kualitas informasi yang sampai ke nasabah muda, terutama ketika industri bekerja sama dengan pembuat konten.
“Pialang tidak boleh menyerahkan edukasi sepenuhnya kepada influencer. Kami melihat bahwa memberikan informasi yang jelas kepada trader mengenai cara kerja pasar, risiko, dan karakteristik produk yang mereka transaksikan merupakan bagian dari tanggung jawab kami. Itulah makna berada di sisi trader,” katanya.
Finex telah meraih peringkat tertinggi A+++ dari Bappebti selama sembilan triwulan berturut-turut. Penilaian tersebut mencakup kepatuhan, integritas keuangan, pengawasan transaksi, hingga penanganan pengaduan nasabah. Perdagangan berjangka mengandung risiko kerugian. Edukasi yang baik memang tidak menghapus risiko itu, tapi membantu trader muda mengambil keputusan berdasarkan pemahaman, bukan berdasarkan video berdurasi 30 detik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








