Akurat Logo

Belajar Trading dari Medsos, Finex Ingatkan Trader Muda Pilah Sumber

Yosi Winosa | 29 Oktober 2026, 17:30 WIB
Belajar Trading dari Medsos, Finex Ingatkan Trader Muda Pilah Sumber
Ilustrasi belajar trading dari medsos

AKURAT.CO Bagi banyak anak muda Indonesia, pelajaran trading pertama tidak datang dari buku atau kelas. Pelajaran itu datang dari video pendek di media sosial.

Hal ini tidak mengherankan. Anak muda kini mendominasi pasar modal. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 55,25 persen investor Indonesia berusia di bawah 30 tahun, dengan total investor mencapai 32,17 juta hingga akhir September 2026.

Masalahnya, tidak semua konten dibuat untuk mengedukasi. Sebagian dibuat untuk berjualan, entah itu grup sinyal, kelas berbayar, atau tautan referral ke platform yang belum tentu berizin.

Baca Juga: 13 Tahun Finex: Edukasi Bukan Pelengkap, Tapi Fondasi Baru Industri Trading Indonesia

OJK merespons kondisi ini dengan memperketat aturan bagi influencer keuangan lewat POJK 6/2026. Dalam aturan tersebut, pembuat konten keuangan dilarang menjanjikan keuntungan pasti, wajib mengungkapkan jika dibayar untuk mempromosikan produk, dan wajib mencantumkan peringatan risiko untuk produk berisiko tinggi seperti derivatif.

Konten yang dibuat dengan bantuan AI juga wajib diungkapkan. OJK kini juga berwenang menurunkan konten influencer keuangan yang melanggar. Bagi trader muda, pesannya sederhana: tidak semua yang terlihat seperti edukasi benar-benar edukasi.

Pialang berjangka Finex mengajak trader muda memeriksa tiga hal sebelum memercayai konten trading di internet. Apakah pembuat konten menjanjikan keuntungan pasti? Apakah mereka terbuka soal siapa yang membayar mereka? Dan apakah mereka jujur membahas kerugian, bukan hanya keuntungan?

“Media sosial membuat belajar trading jadi jauh lebih mudah, dan itu hal yang baik. Tapi trader muda perlu bisa membedakan mana edukasi dan mana promosi. Kalau seseorang hanya memamerkan profit dan tidak pernah membahas risiko, itu tanda bahaya,” ujar Agung Wisnuaji, Direktur Utama Finex.

Agung menambahkan, pialang juga ikut bertanggung jawab atas kualitas informasi yang sampai ke nasabah muda, terutama ketika industri bekerja sama dengan pembuat konten.

“Pialang tidak boleh menyerahkan edukasi sepenuhnya kepada influencer. Kami melihat bahwa memberikan informasi yang jelas kepada trader mengenai cara kerja pasar, risiko, dan karakteristik produk yang mereka transaksikan merupakan bagian dari tanggung jawab kami. Itulah makna berada di sisi trader,” katanya.

Finex telah meraih peringkat tertinggi A+++ dari Bappebti selama sembilan triwulan berturut-turut. Penilaian tersebut mencakup kepatuhan, integritas keuangan, pengawasan transaksi, hingga penanganan pengaduan nasabah. Perdagangan berjangka mengandung risiko kerugian. Edukasi yang baik memang tidak menghapus risiko itu, tapi membantu trader muda mengambil keputusan berdasarkan pemahaman, bukan berdasarkan video berdurasi 30 detik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.