Akurat Logo

Riset Sun Life: 58 Persen Orang Indonesia Khawatir Warisan Picu Konflik Keluarga, Ini Risiko Lainnya

Idham Nur Indrajaya | 30 September 2026, 06:19 WIB
Riset Sun Life: 58 Persen Orang Indonesia Khawatir Warisan Picu Konflik Keluarga, Ini Risiko Lainnya
Riset Sun Life mengungkap 58% responden Indonesia khawatir warisan memicu konflik keluarga. Ini risiko lain yang perlu diperhatikan. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Rumah, tanah, tabungan, atau investasi yang dikumpulkan selama puluhan tahun bisa menjadi sumber persoalan baru ketika berpindah tangan. Bukan semata karena nilainya, tetapi karena orang-orang yang menerima aset tersebut bisa memiliki kebutuhan dan pandangan berbeda tentang bagaimana kekayaan itu seharusnya dikelola.

Temuan terbaru Sun Life Asia memperlihatkan persoalan tersebut secara jelas. Di Indonesia, 58% responden yang khawatir kekayaannya tidak dapat bertahan hingga generasi berikutnya menyebut konflik keluarga sebagai risiko terbesar. Angka ini bahkan melampaui kekhawatiran terhadap kesiapan penerima warisan, perubahan hukum atau pajak, dan kondisi pasar.

Mengapa Konflik Keluarga Jadi Risiko Terbesar Warisan di Indonesia?

Menurut laporan Sun Life Asia Passing the Torch: When Legacy Means More Than Money, konflik keluarga menjadi kekhawatiran utama terkait keberlanjutan warisan di Indonesia.

Dari responden Indonesia yang khawatir kekayaan mereka tidak dapat bertahan hingga generasi berikutnya, sebanyak:

  • 58% khawatir konflik keluarga;

  • 53% khawatir penerima warisan belum siap mengelola aset;

  • 46% khawatir perubahan hukum, regulasi, atau perpajakan;

  • 43% khawatir perubahan kondisi pasar.

Dengan demikian, konflik keluarga bukan sekadar salah satu persoalan dalam perencanaan warisan. Dalam temuan untuk Indonesia, risiko ini berada di posisi teratas.

Baca Juga: Ahli Waris Bisa Menolak Warisan, Ini Dasar Hukum dan Prosedurnya

Baca Juga: Warisan Michael Bambang Hartono: 4 Anak Masing-Masing Terima Saham Senilai Rp52,36 Triliun

Angka 58% juga perlu dibaca dalam konteks yang tepat. Persentase tersebut bukan berarti 58% seluruh responden Indonesia memperkirakan keluarganya akan bertengkar karena warisan. Angka itu merujuk pada responden yang sebelumnya menyatakan kekhawatiran bahwa kekayaan mereka tidak dapat bertahan hingga generasi berikutnya.

Artinya, ketika memikirkan bagaimana kekayaan dapat dipertahankan lintas generasi, hubungan antarpenerima aset menjadi perhatian yang sangat besar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.