Cara Memperoleh Penghasilan Pasif dari Properti: Strategi Investasi yang Menguntungkan

AKURAT.CO Investasi di sektor properti adalah salah satu metode yang paling banyak dipilih untuk mendapatkan penghasilan pasif di Indonesia.
Sejak 2025, kesempatan ini menjadi lebih menarik berkat dukungan dari pemerintah dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Mendapatkan penghasilan pasif dari properti tidak hanya memberikan pendapatan bulanan, tetapi juga peluang peningkatan nilai aset dalam jangka panjang.
Dengan pendekatan yang benar, Anda bisa menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan tanpa perlu terlibat dalam pekerjaan setiap hari.
Baca Juga: Timah Properti Bidik Keluarga Muda Urban Lewat Hunian Modern
Apa Itu Penghasilan Pasif dari Properti?
Penghasilan pasif dari properti mengacu pada pendapatan yang diperoleh secara teratur dari investasi property tanpa perlu keterlibatan aktif setiap hari. Berbeda dengan penghasilan aktif seperti gaji, jenis pendapatan ini terus mengalir meskipun Anda tidak bekerja secara langsung.
Beberapa bentuk penghasilan pasif dari properti antara lain pendapatan sewa bulanan, keuntungan dari peningkatan harga properti, dan hasil dari investasi properti syariah. Model investasi ini memberi Anda kesempatan untuk menciptakan kekayaan jangka panjang sambil menikmati aliran kas yang stabil.
Mengapa Properti Menjadi Pilihan Investasi Terbaik?
1. Kondisi Pasar yang Mendukung
Pemerintah Indonesia terus mendorong berkembangnya sektor properti dengan berbagai kebijakan strategis. Ini termasuk perpanjangan penghapusan pajak pertambahan nilai hingga 100% sampai Juni 2025, yang meringankan beban pajak bagi pembeli rumah pertama, serta penurunan suku bunga Bank Indonesia yang menjadikan kredit properti lebih murah dan terjangkau. Program FLPP juga mendapatkan penguatan dengan penambahan anggaran dari IDR 28,2 triliun menjadi IDR 35,2 triliun untuk mendukung perumahan sebanyak 350. 000 unit MBR.
2. Potensi Pengembalian yang Menarik
- Investasi properti, terutama di area wisata populer di Indonesia, bisa memberikan hasil sewa tahunan sebesar 5-8% dengan potensi pertumbuhan nilai aset yang stabil. Di lokasi strategis seperti Bali, imbal hasil investasi dapat mencapai 15% per tahun dari penyewaan jangka pendek dengan tingkat hunian di atas 50-80% pada lokasi-lokasi terkenal.
Baca Juga: PP Properti Tawarkan DP 1 Persen di Danantara Housing Expo 2026
Langkah-langkah untuk Memulai Investasi Properti demi Penghasilan Pasif
1. Lakukan Riset dan Pilih Lokasi yang Strategis
Memilih lokasi sangat penting untuk kesuksesan investasi properti. Carilah area yang memiliki:
Pertumbuhan ekonomi yang stabil
Akses transportasi yang baik
Fasilitas lengkap seperti sekolah, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan
Potensi pengembangan di masa mendatang
2. Pilih Jenis Properti yang Tepat
Tipe properti yang Anda pilih akan mempengaruhi strategi penghasilan pasif:
Apartemen: Menawarkan peluang untuk investasi sewa baik jangka pendek maupun jangka panjang, terutama di area perkotaan yang memiliki permintaan tinggi.
Rumah Tapak: Memberikan kontrol penuh dan potensi apresiasi nilai yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang panjang.
Ruko dan Kios: Ideal untuk mendapatkan hasil sewa tinggi dari penyewa yang menjalankan bisnis.
3. Hitung Perkiraan Keuntungan
Lakukan analisis keuangan yang komprehensif dengan mempertimbangkan:
Harga beli dan biaya tambahan (pajak, notaris, renovasi)
Perkiraan pendapatan sewa bulanan
Biaya operasional (perawatan, pajak tanah, asuransi)
Tingkat hunian realistis di area tersebut
Strategi untuk Mengoptimalkan Penghasilan dari Properti
Diversifikasi Sumber Pendapatan
Hindari hanya mengandalkan sewa konvensional. Pertimbangkan model bisnis lainnya seperti:
Penyewaan jangka pendek melalui platform Airbnb
Ruang co-living untuk profesional muda
Ruang co-working di properti komersial
Penyewaan bulanan untuk karyawan perusahaan
Peningkatan dan pemeliharaan secara berkala
Properti yang terawat baik dapat menarik penyewa yang berkualitas serta mempertahankan harga sewa yang tinggi. Pertimbangkan untuk melakukan investasi pada hal-hal berikut:
Perbaikan rutin untuk meningkatkan daya Tarik
Fasilitas modern yang sesuai dengan kebutuhan pasar sasaran
Sistem keamanan yang memadai
Internet dan layanan utilitas yang dapat diandalkan
Manajemen profesional
Agar penghasilan pasif bisa optimal, pikirkan untuk menggunakan layanan manajemen properti. Mereka dapat mengurus:
Pemasaran dan pencarian penyewa
Proses pemilihan dan kontrak
Perawatan dan perbaikan yang berkala
Penagihan sewa serta laporan keuangan
Risiko dan Cara Mengatasinya
Risiko Utama Dalam Investasi Properti
Setiap jenis investasi, termasuk properti, membawa risiko:
Risiko Pasar: Fluktuasi harga properti serta tingkat hunian yang tidak konsisten.
Risiko Likuiditas: Properti biasanya lebih lama untuk dijual dibandingkan aset lainnya.
Risiko Operasional: Biaya perawatan yang tidak terduga dan masalah dengan penyewa.
Strategi Mitigasi Risiko
Diversifikasi portofolio dengan memiliki beberapa properti di lokasi yang berbeda
Menyiapkan dana cadangan untuk kebutuhan operasional serta keadaan darurat
Asuransi properti yang komprehensif
Melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum membeli
Menyusun kontrak sewa yang jelas dan mengikat secara hukum
Tips Sukses Untuk Pemula Dalam Investasi Properti
Bagi investor baru yang ingin memulai perjalanan menghasilkan pasif dari properti:
Mulailah dengan anggaran yang realistis: Jangan berusaha membeli properti melebihi kemampuan finansial Anda
Kenali pasar lokal: Pahami karakteristik permintaan dan penawaran di area investasi yang ditargetkan
Jalin hubungan dengan profesional: Bangun koneksi dengan agen, notaris, dan pengelola properti yang tepercaya
Edukasi berkelanjutan: Selalu ikuti perkembangan regulasi serta tren pasar properti
Tia Ayulia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 8Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








