Rights Issue, Keluarga Prawirawidjaja Alihkan Kepemilikan di ULTJ ke Perusahaan Belanda

AKURAT.CO PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) berencana menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue dengan menerbitkan hingga 7,88 miliar saham baru (nominal Rp50) pada harga pelaksanaan Rp2.150 per saham.
Dalam keterbukaan informasi BEI, disebutkan total nilai aksi korporasi ini mencapai sekitar Rp16,9 triliun. Nantinya, sekitar 86,01% dari dana yang diperoleh, atau senilai Rp14,57 triliun akan digunakan untuk mengambil alih 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) melalui skema setoran modal berupa saham (inbreng).
Untuk memperoleh restu para pemegang saham, rencana transaksi material dan rights issue ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada tanggal 27 Oktober 2026 mendatang.
Baca Juga: Dukung MBG, Kemenperin: Ultrajaya Investasi Rp1,1 Triliun Perkuat Pasokan Susu UHT
Pengurangan Kepemilikan & Pengalihan HMETD oleh Keluarga Prawirawidjaja
Pemegang saham pengendali saat ini (Sabana Prawirawidjaja/SPW), PT Prawirawidjaja Prakarsa (PPP), serta anggota keluarga/afiliasi Prawirawidjaja lainnya (SAP, SUP, NIS, LIM) tidak akan mengambil hak HMETD mereka.
Mereka justru akan mengalihkan seluruh hak HMETD milik mereka kepada para pemegang saham FFI, yaitu FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH), Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. (BWG), dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI).
Pengalihan ini mengakibatkan kepemilikan saham langsung keluarga Prawirawidjaja di ULTJ mengalami dilusi (persentase kepemilikan SPW turun) dari 53,17% menjadi 30,25%–32,19%).
Konsekuensinya, ada perubahan pengendali utama perseroan dimana nantinya FCIH (produsen olahan susu multinasional asal Belanda) akan menjadi pengendali baru ULTJ dengan kepemilikan hingga 30,81%.
Sesuai ketentuan POJK No. 9/2018, FCIH nantinya wajib melakukan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer) atas sisa saham publik ULTJ.
Sinergi Bisnis & Dampak Keuangan
Aksi korporasi ini akan menggabungkan lini produk unggulan Ultra Milk & Teh Kotak dengan produk Frisian Flag (SKM, susu bubuk, Friso).
Lalu memperkuat rantai pasok dan efisiensi operasional pabrik di Padalarang, Cikarang, dan Pasar Rebo. Secara konsolidasian proforma (per 31 Juli 2026), total aset ULTJ melonjak dari Rp9,15 triliun menjadi Rp30,73 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 7Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 8Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag






