Perkuat Pembiayaan Perumahan, BTN Bakal Terbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Rp2 Triliun

AKURAT.CO PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mengumumkan rencana penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 dengan nilai pokok mencapai Rp2 triliun.
Penerbitan ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN dengan total target dana terhimpun hingga Rp10 triliun. Sebelumnya, perseroan sukses menerbitkan Tahap I pada tahun 2025 senilai Rp300 miliar.
Detail Seri, Kupon, dan Struktur Obligasi
Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan di keterbukaan informasi BEI, Rabu (16/9/2026), Obligasi Berwawasan Sosial Tahap II ini ditawarkan sebesar 100% dari nilai nominal tanpa warkat (kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia/KSEI).
Baca Juga: BTN Salurkan KPP Rp7,4 Triliun, Menteri PKP Apresiasi Peran Strategis Pembiayaan Ekosistem Perumahan
Pembayaran bunga dilakukan secara triwulanan (setiap 3 bulan), dengan pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 6 Januari 2027.
Perseroan menawarkan instrumen ini dalam dua seri:
Parameter | Seri A | Seri B |
Jumlah Pokok | Rp950.000.000.000 (Rp0,95 T) | Rp1.050.000.000.000 (Rp1,05 T) |
Tingkat Bunga (Tetap) | 7,05% per tahun | 7,25% per tahun |
Tenor / Jangka Waktu | 370 Hari Kalender | 3 Tahun |
Tanggal Jatuh Tempo | 16 Oktober 2027 | 6 Oktober 2029 |
Perkiraan Jadwal Penawaran Umum dan Distribusi
Penerbitan obligasi ini didukung oleh konsorsium penjamin pelaksana emisi terkemuka, yaitu PT Mandiri Sekuritas (porsi 36,02%), PT Indo Premier Sekuritas (28,40%), PT BRI Danareksa Sekuritas (19,56%), dan PT BCA Sekuritas (16,02%), dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
Berikut indikasi jadwal penawaran hingga pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI):
Masa Penawaran Umum: 29 September – 1 Oktober 2026
Tanggal Penjatahan: 2 Oktober 2026
Pengembalian Uang Pesanan & Distribusi Elektronik: 6 Oktober 2026
Tanggal Pencatatan di BEI: 7 Oktober 2026
Rencana Penggunaan Dana
Seluruh dana segar yang diperoleh dari hasil emisi ini (setelah dikurangi biaya-biaya emisi) akan digunakan secara spesifik untuk membiayai dan/atau membiayai kembali (refinancing) proyek-proyek sosial berwawasan lingkungan dan keberlanjutan.
Fokus alokasi penggunaan dana mencakup:
Perumahan yang Terjangkau (Affordable Housing): Penyediaan KPR bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Layanan Infrastruktur Dasar yang Terjangkau: Peningkatan aksesibilitas dan keterjangkauan sarana permukiman.
Penciptaan Lapangan Kerja & UMKM: Dukungan pembiayaan usaha kecil, menengah, dan mikro guna memitigasi risiko pengangguran.
Secara skema, Bank BTN menetapkan alokasi porsi pembiayaan baru (new financing) menjadi porsi mayoritas berkisar 80% hingga 100%, sedangkan pembiayaan kembali (refinancing) dibatasi maksimal 20%. Seluruh dana disetorkan ke rekening khusus sesuai standar Ketentuan POJK No. 18/2023.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








