Pemerintah Siapkan Hilirisasi 28 Komoditas, Investasi Capai USD618 Miliar

AKURAT.CO Pemerintah membidik potensi investasi sekitar USD618 miliar dari pengembangan hilirisasi 28 komoditas hingga tahun 2040–2045.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu mengatakan, pihaknya telah menyusun peta jalan hilirisasi dalam beberapa tahun terakhir untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam nasional.
Menurutnya, Indonesia memiliki diversifikasi sumber daya alam yang relatif lengkap, mulai dari minyak dan gas bumi, mineral, sektor maritim, agrikultur, hingga perkebunan.
Baca Juga: Apa Itu Investasi dan Jenis-jenisnya? Panduan Lengkap Pemula
“Indonesia ini seperti kita ketahui baru sama mungkin hampir jarang negara yang seperti kita yang punya diversifikasi sumber daya alam yang hampir komplit. Kalau kita lihat semuanya ada dan cadangannya cukup mumpuni,” kata Todotua dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang disiarkan di Youtube INDEF, Kamis (3/9/2026).
Todotua menyampaikan, sejumlah komoditas Indonesia bahkan memiliki posisi sebagai produsen terbesar pertama, kedua, lima besar, hingga 10 besar dunia.
Kondisi tersebut, kata Todotua menjadi salah satu basis pemerintah dalam menyusun peta jalan hilirisasi.
“Maka kita membuat peta jalan ini berdasarkan memang kekuatan cadangan yang ada juga. Ada 28 komoditi yang dalam rencana payung besarnya itu dalam program kita sampai kepada 2040-2045, 28 komoditi yang kita siapkan,” ujarnya.
Todotua menuturkan, peta jalan tersebut tidak hanya memetakan komoditas dari sisi bahan baku, tetapi juga melihat potensi pengembangan pohon industri dan produk turunannya hingga dapat menjadi produk pendukung maupun barang konsumsi.
Dari pengembangan 28 komoditas tersebut, pemerintah memperkirakan potensi kebutuhan investasi mencapai sekitar USD618 miliar.
“Konsolidasi terhadap ini kita melihat ada kurang lebih sekitar USD618 miliar. Kalau memang sektor hilirisasi investasinya ini kita dorong dari potensi komoditi dari 28 ini,” tutur Todotua.
Meski roadmap utama mencakup 28 komoditas, pemerintah mempersempit fokus pengembangan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
Todotua mengatakan, dari 28 komoditas tersebut pemerintah telah mengerucutkan menjadi 15 komoditas prioritas.
“Kemudian untuk lebih fokus lagi dalam RPJM itu kita sudah mendorong dari 28 ini kita squeeze lagi menjadi 15 komoditi supaya memang bisa lebih fokus lagi terhadap 15 komoditi itu,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 7Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa









