Lawan Arah Bursa Regional. IHSG Dibuka Perkasa Berkat Saham Big Caps

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (3/8/2026) dengan bergerak berlawanan arah dibandingkan mayoritas bursa saham Asia.
Saat indeks regional tertekan, IHSG justru dibuka menguat 36,49 poin atau 0,59% ke level 6.272,61, didorong penguatan mayoritas sektor dan saham-saham berkapitalisasi besar.
Hingga awal sesi I, IHSG bergerak di kisaran 6.246-6.273. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp656,21 miliar dari 1,5 miliar saham yang diperdagangkan dalam 103.128 kali transaksi.
Baca Juga: Jelang Rilis Sejumlah Data Ekonomi, IHSG Ditaksir Tembus 6.545
Sebanyak 298 saham menguat, 170 saham melemah, sedangkan 218 saham bergerak stagnan.
Penguatan IHSG ditopang hampir seluruh sektor. Sektor material dasar menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan menguat 2,54%, disusul sektor kesehatan 2,23%, konsumer primer 1,95%, properti 1,52%, industri 1,20%, energi 0,68%, serta infrastruktur yang turut bergerak di zona hijau.
Sementara itu, pelemahan hanya terjadi pada sektor konsumer nonprimer.
Sejumlah saham juga mencatatkan lonjakan signifikan pada awal perdagangan. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. (JKON) memimpin daftar penguatan setelah melonjak sekitar 19,7%.
Kemudian diikuti PT Lotte Chemical Titan Tbk. (FPNI) yang naik 17,73%, PT MDTV Media Technologies Tbk. (NETV) menguat 11,76%, PT Karya Pacific Energy Tbk. (IATA) bertambah 9,21%, serta PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) yang naik 6,92%.
Penguatan IHSG terjadi di tengah tekanan yang melanda pasar saham kawasan Asia. Pada perdagangan pagi, Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat turun sekitar 1,25%, sementara Indeks Kospi Korea Selatan anjlok hingga 4,64%.
Reliance Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan. Dalam riset hariannya, perusahaan sekuritas tersebut menyebut pergerakan indeks menunjukkan sinyal teknikal yang masih positif.
"Candle terakhir IHSG membentuk formasi two white soldier (bullish pattern), masih berada di atas MA5 dan MA20, serta indikator Stochastic menunjukkan golden cross. Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan mengalami penguatan," tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan analisis tersebut, Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada area support 6.186 dan resistance 6.287 pada perdagangan hari ini.
Untuk memanfaatkan momentum tersebut, Reliance merekomendasikan empat saham yang dinilai menarik dicermati investor, yakni BMRI, AMMN, BRPT, dan EMTK.
Penguatan pada awal pekan ini juga menjadi lanjutan tren positif setelah IHSG pada perdagangan Jumat (31/7/2026) ditutup naik 49,77 poin atau 0,80% ke level 6.236,13.
Meski indeks menguat pada penutupan pekan lalu, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp250,53 miliar.
Tekanan jual terbesar terjadi pada saham MSIN sebesar Rp160,48 miliar, disusul UNTR Rp106,42 miliar, serta BBCA Rp100,40 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag










