Purbaya: Panda Bond Berpotensi Lampaui Target Awal USD1 Miliar

AKURAT.CO Pemerintah membuka peluang untuk meningkatkan target penerbitan surat utang berdenominasi yuan atau Panda Bond di atas target awal sebesar USD1 miliar.
Rencana tersebut didorong oleh tingginya minat investor di pasar China terhadap instrumen pembiayaan Indonesia.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, besaran penerbitan Panda Bond akan disesuaikan dengan permintaan investor. Apabila permintaan di pasar lebih besar dari perkiraan awal, pemerintah siap menambah nilai penerbitan.
"Kita lihat market-nya seperti apa. Kalau demand-nya besar ya, kita perbesar sekalian," ujar Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: Pengawasan MBG Diperketat, Menkeu Purbaya: Nanti Orang-orang Saya Bakal Awasi SPPG
Menurut Purbaya, pemerintah masih memiliki kebutuhan penerbitan obligasi global sekitar USD3 miliar. Karena itu, apabila kebutuhan pembiayaan tersebut dapat dipenuhi melalui Panda Bond, pemerintah akan memaksimalkan instrumen tersebut.
Optimisme itu muncul setelah pemerintah menerima sinyal tingginya minat dari investor institusi di China. Bahkan, sejumlah manajer investasi dan bank besar di negara tersebut meminta tambahan waktu untuk menyelesaikan proses persetujuan internal sebelum berpartisipasi dalam pembelian obligasi.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah menggeser jadwal penerbitan Panda Bond dari awal Juli menjadi akhir Juli 2026.
Purbaya menjelaskan, penyesuaian jadwal dilakukan agar lebih banyak investor dapat mengikuti proses penerbitan.
"Beberapa fund manager besar dan bank-bank besar di sana terlambat mengetahui rencana penerbitan, sehingga mereka meminta waktu untuk mengajukan proposal kepada investment committee masing-masing," katanya.
Baca Juga: Purbaya: Anggaran MBG Akan Dihemat Lagi, Nilainya Signifikan
Selain investor institusi, sejumlah bank di China juga mulai menunjukkan ketertarikan menjadi penjamin emisi (underwriter) penerbitan Panda Bond Indonesia. Keterlibatan mereka dinilai dapat memperluas pemasaran surat utang pemerintah di pasar keuangan China.
Sebelumnya, saat melakukan kunjungan kerja ke China pada 16–19 Juni 2026, pemerintah menargetkan penerbitan perdana Panda Bond senilai USD1 miliar.
Namun, meningkatnya permintaan investor membuka peluang bagi pemerintah untuk menghimpun dana lebih besar melalui instrumen tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 6Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 7Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 9Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel
- 10Didamping Dasco hingga Teddy, Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati









