Sentimen Global Membaik, Bitcoin Naik Saat Risiko Timur Tengah Mereda

AKURAT.CO Pasar kripto menguat signifikan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.
Di saat yang sama, harga minyak dunia justru turun lebih dari 4%, menandakan investor mulai mengurangi posisi pada aset lindung nilai dan kembali masuk ke instrumen berisiko seperti kripto.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (15/6/2026), harga Bitcoin bergerak di kisaran USD63.900 hingga USD65.900 atau naik sekitar 2% dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan tersebut membuat Bitcoin berada hampir 8% di atas posisi terendah pekan lalu yang sempat berada di bawah USD60.900.
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian mengatakan, pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda.
"Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya. Hal tersebut yang saat ini turut mendorong pemulihan harga di pasar," kata Aloysia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Tidak hanya Bitcoin, mayoritas aset kripto utama juga mencatatkan penguatan. Ethereum naik sekitar 5,1% ke level USD1.758, Solana menguat 6,6% menjadi USD72,6, sementara XRP bertambah 7,1% ke level USD1,2.
Di kelompok aset berkapitalisasi besar, Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu yang mencatatkan kenaikan tertinggi dengan penguatan sekitar 11,6% ke level USD67,8.
Data tersebut menunjukkan adanya perubahan pola aliran dana investor global. Setelah beberapa pekan sebelumnya pasar dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, investor kini mulai mengalihkan dana dari aset defensif menuju aset yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi.
Perubahan sentimen tersebut juga tercermin di pasar komoditas. Harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 4% menuju kisaran USD83 per barel setelah pasar mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya melekat akibat ancaman gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz.
Baca Juga: Indodax Gandeng Chainalysis, Perkuat Keamanan dan Kepatuhan Industri Kripto Indonesia
Selain itu, pasar saham Asia bergerak menguat dan kontrak berjangka indeks saham AS diperdagangkan di zona positif. Tekanan terhadap dolar AS juga mulai mereda seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi global.
Fenomena ini menjadi penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling strategis di dunia. Setiap eskalasi konflik di kawasan tersebut selama ini kerap memicu lonjakan harga energi, meningkatkan inflasi global, dan menekan minat investor terhadap aset berisiko.
Sebaliknya, meredanya ketegangan biasanya mendorong kembalinya selera risiko atau risk appetite di pasar keuangan global.
Aloysia juga mengingatkan bahwa penguatan Bitcoin belum sepenuhnya aman dari risiko koreksi. Menurutnya, arah pergerakan pasar dalam jangka pendek masih akan ditentukan oleh sejumlah faktor fundamental lain di luar sentimen geopolitik.
"Meredanya ketegangan geopolitik tentu menjadi perkembangan yang positif bagi pasar. Namun investor masih perlu mencermati berbagai faktor lain, termasuk arus dana institusional melalui ETF Bitcoin Spot, perkembangan regulasi, kebijakan moneter global, minat investor, serta kondisi likuiditas global," ujarnya.
Salah satu indikator yang kini menjadi perhatian pelaku pasar adalah arus dana ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. Dalam sepekan terakhir, instrumen tersebut masih mencatatkan outflow sebesar USD1,72 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









