Misbakhun Sebut Sentimen Rumor Lebih Banyak Tekan Pasar Saham Ketimbang Faktor Fundamental

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyoroti, meningkatnya pengaruh sentimen nonfundamental terhadap pasar modal Indonesia, meski indikator ekonomi domestik dinilai masih relatif kuat.
Misbakhun mempertanyakan mengapa pasar saham nasional mudah tertekan oleh rumor dan persepsi, padahal sejumlah indikator makro ekonomi menunjukkan kondisi stabil.
“Fundamental kita sangat bagus, tapi kenapa kemudian kita digerakkan oleh sentimen?” ujar Misbakhun dalam Investor Relations Forum 2026, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Misbkahun Apresiasi Langkah Reformasi Regulator Pasar Saham RI Usai, Tekankan Jangan Cuma Formalitas
Dirinya menyebut kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pasar modal Indonesia karena kepercayaan investor dapat terganggu hanya oleh isu-isu nonteknis.
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen
Misbakhun mengutip pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% sebagai salah satu indikator kekuatan ekonomi nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka tersebut menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi pascapandemi COVID-19.
Selain itu, inflasi Indonesia juga masih berada di kisaran target Bank Indonesia sebesar 2,5% plus minus 1%.
Misbakhun juga menyoroti surplus perdagangan Indonesia yang disebut telah berlangsung selama 71 bulan berturut-turut, menunjukkan daya tahan sektor eksternal domestik.
“Current account kita membaik, balance of payment kita juga lebih baik dibanding masa lalu,” katanya.
Bursa Rentan Rumor
Meski demikian, Misbakhun mengaku khawatir pasar saham Indonesia terlalu sensitif terhadap rumor, isu politik, maupun persepsi investor asing.
Dirinya menyinggung perubahan outlook dari sejumlah lembaga internasional yang menurutnya dipicu sentimen, bukan perubahan fundamental ekonomi.“Ketika orang asing yang bicara, kita semua langsung panik,” ujar dia.
Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan pentingnya penguatan trust dan konsistensi kebijakan pemerintah agar pasar tidak mudah terguncang.
Investor Ritel Jadi Fokus Perlindungan
Misbakhun mengatakan lonjakan investor ritel menjadi alasan utama reformasi pasar modal harus dipercepat.
Data KSEI menunjukkan investor pasar modal Indonesia didominasi generasi muda berusia di bawah 40 tahun. Nilai kepemilikan investor domestik juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Dirinya menilai kelompok investor baru sangat rentan terhadap volatilitas pasar dan praktik perdagangan yang tidak sehat.“Investor retail harus dilindungi. Reformasi ini berpihak kepada mereka,” katanya.
Reformasi Dinilai Mendesak
Dalam paparannya, Misbakhun menyebut reformasi yang dilakukan BEI saat ini bahkan sudah melampaui sekadar transformasi biasa. “Kalau menurut saya ini bukan sekadar transformasi, tapi revolusioner,” ujarnya.
Dirinya menambahkan DPR mendukung langkah OJK dan BEI untuk memperkuat pengawasan pasar, menjaga independensi regulator, serta memperbaiki tata kelola perdagangan saham.
Menurut dia, konsistensi penegakan hukum dan kepastian regulasi juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar modal nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 2Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Bersamaan dengan Putusan MK soal Gibran, Ada Apa?
- 9Febrie Adriansyah Didakwa Memeras Tan Kian Rp55 Miliar agar Tidak Jadi Tersangka Korupsi Jiwasraya
- 10Sidang Perdana Kasus Asabri-Jiwasraya, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ikuti Pembacaan Dakwaan








