Kurangi Ketergantungan Barat, RI Siap Terbitkan Panda Bond

AKURAT.CO Pemerintah menargetkan penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond dapat terealisasi pada Juni 2026 sebagai bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, langkah ini diambil untuk memperkuat struktur pembiayaan negara agar tidak bergantung pada satu sumber pendanaan tertentu, khususnya dari pasar Barat.
“Penerbitan Panda Bond mungkin dilakukan bulan depan. Kami juga telah melakukan koordinasi intensif, termasuk rencana kunjungan ke China,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu.
Baca Juga: Kemenkeu Jelaskan Penyebab PMI Manufaktur RI Kontraksi di April 2026 dan Langkah Antisipasi ke Depan
Instrumen Panda Bond merupakan surat utang yang diterbitkan di pasar keuangan China dengan denominasi yuan. Skema ini memungkinkan pemerintah Indonesia mengakses basis investor baru di luar pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan Eropa.
Langkah tersebut menjadi relevan di tengah dinamika global yang ditandai oleh volatilitas suku bunga dan ketidakpastian geopolitik. Diversifikasi pembiayaan dinilai penting untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus mengurangi risiko pembiayaan eksternal.
Mengutip hasil data dari Kementerian Keuangan menunjukkan, hingga 31 Maret 2026 realisasi pembiayaan anggaran telah mencapai Rp257,4 triliun. Angka ini terdiri dari pembiayaan utang sebesar Rp258,7 triliun dan pembiayaan non-utang sebesar Rp1,3 triliun.
Besarnya porsi pembiayaan utang tersebut mencerminkan pentingnya strategi pengelolaan risiko yang hati-hati, termasuk dalam hal sumber pendanaan dan biaya pinjaman.
Menurut Purbaya, diversifikasi pembiayaan menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketahanan APBN di tengah perubahan kondisi global.
“Kita ingin memastikan pembiayaan tidak bergantung pada satu kawasan atau satu kelompok investor saja,” katanya.
Potensi Pasar China
Pemerintah menilai pasar keuangan China memiliki potensi besar untuk mendukung penerbitan Panda Bond. Dengan likuiditas yang tinggi dan basis investor domestik yang luas, pasar tersebut dinilai mampu menyerap instrumen utang pemerintah Indonesia.
Selain itu, tingkat imbal hasil (yield) yang ditawarkan di pasar China relatif kompetitif, yakni berada pada kisaran 2,3% hingga 2,5%.
Yield tersebut dinilai menarik dibandingkan dengan beberapa pasar global lainnya, terutama dalam kondisi suku bunga internasional yang masih fluktuatif.
Baca Juga: Purbaya Copot Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman dari Cluster Kemenkeu, Ini Alasannya
Diversifikasi ke pasar China juga sejalan dengan tren sejumlah negara berkembang yang mulai memperluas sumber pembiayaan ke Asia, seiring meningkatnya peran kawasan tersebut dalam sistem keuangan global.
Penerbitan Panda Bond tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pembiayaan jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam pengelolaan utang negara.
Dengan memperluas basis investor dan mata uang pembiayaan, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas fiskal sekaligus mengurangi eksposur terhadap risiko nilai tukar.
Selain itu, langkah ini juga dinilai dapat memperkuat hubungan ekonomi dan keuangan antara Indonesia dan China, khususnya dalam konteks kerja sama bilateral di sektor keuangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 6Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 7Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel








