Antusiasme IPO Tinggi, Mirae Asset Bidik 500 Ribu Investor di 2026

AKURAT.CO PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) mencatat lonjakan minat investor ritel domestik terhadap saham Initial Public Offering (IPO), seiring meningkatnya aktivitas pasar modal dan optimisme terhadap emiten baru.
Head of Retail Business Division Mirae Asset, Prisa Ngadianto mengungkapkan, tingginya antusiasme ini tercermin dari banyaknya pesanan saham IPO yang masuk dari nasabah ritel.
“Lumayan amat tinggi ya (antusias). Apalagi kalau saya ngelihat tahun lalu, setiap kali IPO lumayan lah di kita juga orderan dari nasabah juga lumayan banyak. Terutama nasabah ritel ya,” ujar Prisa dalam Media Luncheon di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Indodax Perkuat Edukasi Kripto, Jaga Kepercayaan 9 Jutaan Investor Ritel
Dirinya menjelaskan, saham IPO masih menjadi instrumen yang relatif menarik bagi investor ritel, selama didukung oleh fundamental perusahaan yang solid.
“Selama fundamental bagus dan bisnisnya oke, sebenarnya sih untuk nasabah ritel juga aman-aman aja,” ujarnya.
Saat ini, Mirae Asset memiliki sekitar 420.000 investor. Perseroan menargetkan penambahan sekitar 100.000 nasabah baru sepanjang 2026, sehingga total investor dapat mencapai 500.000 pada akhir tahun.
“Targetnya kita sih tahun ini mudah-mudahan bisa tumbuh setidaknya 100.000 nasabah baru. Jadi, dari 400.000 ya mungkin ke 500.000,” kata Prisa.
Dari sisi demografi, investor Mirae Asset didominasi generasi milenial. Hal ini salah satunya dipengaruhi kebijakan saldo minimum sebesar Rp10 juta.
“Secara proposional mungkin milenial isinya lebih banyak, karena secara umur dan aset mereka lebih besar,” ujarnya.
Tren IPO Beberapa Tahun Terakhir
Tren peningkatan minat IPO terjadi dalam beberapa tahun terakhir, seiring reformasi pasar modal dan kemudahan akses investasi digital. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan jumlah investor pasar modal terus meningkat signifikan, melampaui 12 juta Single Investor Identification (SID) pada 2025.
Selain itu, pipeline IPO juga tetap terjaga. Hingga awal 2026, terdapat belasan perusahaan dalam antrean pencatatan saham di BEI, mencerminkan kepercayaan korporasi terhadap pasar domestik.
Fenomena lonjakan harga saham IPO pada hari pertama perdagangan, seperti kenaikan signifikan pada sejumlah emiten baru, turut memperkuat daya tarik instrumen ini di kalangan investor ritel.
Pertumbuhan investor ritel diperkirakan tetap berlanjut seiring digitalisasi layanan keuangan dan meningkatnya kesadaran investasi.
Mirae Asset menargetkan ekspansi basis nasabah sebagai bagian dari strategi menangkap momentum tersebut, dengan fokus pada investor muda dan instrumen yang memiliki fundamental kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









