Marak Investasi Bodong Berkedok Robot Trading, ARTI Tekankan Pentingnya Literasi Publik

AKURAT.CO Asosiasi Robot Trading Indonesia (ARTI) menyayangkan masih maraknya praktik investasi bodong berkedok trading yang terus memakan korban di Indonesia.
Di tengah perkembangan teknologi finansial, sejumlah pihak tidak bertanggung jawab justru memanfaatkan momentum tersebut untuk menjalankan skema penipuan, terutama dengan pola Ponzi.
Setelah terkuaknya kasus ponzi berkedok robot trading yang terjadi sekitar 2023-2024 lalu, seperti DNA Pro, Net89, Auto Trade Gold (ATG), hingga Fahrenheit.
Baca Juga: Waspada Trading Forex Ilegal, Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong
Dalam beberapa tahun terakhir, setidaknya terdapat beberapa platform skema ponzi berkedok robot trading yang sempat beroperasi di Indonesia sebelum akhirnya scam, seperti Global Investment Grup, Opalp, Stock Nexa, Wavedex, PowerXRP dan banyak lagi lainnya.
Ketua Bidang Edukasi dan Literasi ARTI, Ardi Novianto Putra, fenomena tersebut menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat dirugikan oleh platform yang mengklaim menggunakan sistem trading otomatis namun tidak memiliki dasar bisnis yang jelas.
Ia menilai bahwa fenomena ini menunjukkan masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme trading yang sebenarnya.
“Kami sangat menyayangkan masih banyaknya masyarakat yang menjadi korban investasi bodong berkedok robot trading. Banyak platform mengklaim menggunakan robot trading dengan imbal hasil pasti, padahal dalam praktik trading yang sesungguhnya tidak ada jaminan keuntungan tetap,” ujar Ardi.
Menurut Ardi, istilah “robot trading” kerap disalahgunakan untuk menarik minat masyarakat. Pelaku memanfaatkan kurangnya literasi dengan menawarkan sistem otomatis yang diklaim mampu menghasilkan profit konsisten tanpa risiko.
“Trading adalah aktivitas yang memiliki risiko tinggi dan bergantung pada kondisi pasar. Klaim profit tetap justru menjadi indikasi kuat adanya praktik yang tidak sehat atau bahkan penipuan,” ulas pri yang juga Trader Consultant itu .
ARTI menekankan beberapa ciri utama investasi bodong berkedok trading, antara lain:
Menjanjikan keuntungan tetap atau pasti
Tidak transparan dalam mekanisme trading
Tidak memiliki izin resmi dari regulator
Lebih fokus pada perekrutan anggota baru
Menggunakan testimoni berlebihan sebagai alat promosi
ARTI juga mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan legalitas dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan memahami prinsip dasar investasi, yaitu legal dan logis. Jangan sampai tergiur keuntungan instan tanpa memahami risiko yang ada,” tambah Ardi.
Sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan literasi keuangan, ARTI terus mendorong edukasi publik terkait trading yang benar serta bahaya investasi skema ponzi berkedok robot trading.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, ARTI berharap praktik investasi bodong berkedok trading dapat ditekan dan tidak lagi merugikan masyarakat luas.
Tambahan informasi, Asosiasi Robot Trading Indonesia (ARTI) merupakan gerakan nasional yang berfokus pada edukasi, literasi, dan pengembangan ekosistem robot trading yang transparan, aman, dan bertanggung jawab di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








