Purbaya: Gejolak Konflik Timur Tengah Belum Guncang APBN Signifikan

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan gejolak geopolitik global, termasuk konflik Amerika Serikat dan Iran, belum mengganggu stabilitas keuangan Indonesia secara signifikan.
Purbaya menyampaikan hal tersebut sebelum bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Dirinya menyebut dampak awal konflik biasanya tercermin pada sektor ekspor dan harga minyak dunia.
Baca Juga: Kemenkeu Hitung Ulang Dampak Penutupan Selat Hormuz ke Perekonomian RI
Oleh karena itu, tambahnya, pemerintah telah menghitung skenario lonjakan harga minyak mentah hingga USD92 per barel.
"Saya sudah hitung sampai USD92 per barel pun kita masih bisa kendalikan anggaran, jadi enggak ada masalah," ujar Purbaya.
Dalam asumsi makro APBN, harga minyak mentah Indonesia (ICP) menjadi salah satu variabel kunci karena memengaruhi subsidi energi, kompensasi, serta penerimaan negara dari sektor migas.
Harga minyak global historisnya sensitif terhadap konflik di kawasan Timur Tengah.
Penutupan jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz pernah memicu lonjakan harga minyak dan volatilitas fiskal negara importir.
Indonesia, meski memiliki produksi migas domestik, masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak sehingga rentan terhadap gejolak harga global.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Bunga Kredit Turun ke 8,80 Persen, Kredit Tumbuh 9,96 Persen
Oleh sebab itu, kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dan tekanan pada defisit anggaran.
Namun pemerintah menyatakan ruang fiskal masih tersedia untuk melakukan penyesuaian.
Bagi pasar keuangan, kepastian bahwa APBN tetap terkendali menjadi faktor penting menjaga stabilitas obligasi pemerintah dan nilai tukar rupiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








