Akurat

Target Harga Saham BBTN Naik Jadi Rp 1.800 Usai Laba 2025 Lampaui Estimasi, Masih Layak Dibeli?

Idham Nur Indrajaya | 13 Februari 2026, 21:25 WIB
Target Harga Saham BBTN Naik Jadi Rp 1.800 Usai Laba 2025 Lampaui Estimasi, Masih Layak Dibeli?

AKURAT.CO Kinerja PT Bank Tabungan Negara Tbk pada 2025 menjadi sorotan setelah laba bersihnya melampaui ekspektasi analis. Capaian ini mendorong revisi target harga saham BBTN oleh sejumlah sekuritas. Panin Sekuritas bahkan menaikkan target harga menjadi Rp 1.800, lebih tinggi dari konsensus pasar.

Revisi tersebut diumumkan dalam riset terbaru yang dirilis Rabu, 11 Februari 2026. Kenaikan target harga ini tak lepas dari realisasi laba 2025 yang melampaui proyeksi, serta prospek kinerja yang dinilai masih positif pada 2026.

Lantas, apa saja faktor yang membuat saham BBTN kembali menarik perhatian?


Laba Bersih 2025 Lampaui Proyeksi, Jadi Pemicu Revisi Target Harga Saham BBTN

Dalam laporan risetnya, Panin Sekuritas menyebut laba bersih BBTN sepanjang 2025 mencapai Rp 3,5 triliun. Angka ini setara dengan 112,2% dari target internal mereka dan 109,4% dari estimasi konsensus analis.

Kinerja tersebut dinilai solid karena ditopang beberapa faktor utama:

  • Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 4,2%

  • Cost to Income Ratio (CIR) menurun

  • Pertumbuhan kredit melampaui rata-rata industri perbankan

Dengan capaian tersebut, Panin Sekuritas merevisi target harga saham BBTN dari Rp 1.500 menjadi Rp 1.800 dan tetap mempertahankan rekomendasi beli. Target ini juga berada di atas target konsensus analis sebesar Rp 1.755.

Secara valuasi, target harga Rp 1.800 mencerminkan price to book value (PBV) sekitar 0,7 kali untuk proyeksi 2026.

Dalam risetnya, analis Panin Sekuritas Nico Laurens menuliskan, “Kami melihat tren positif pertumbuhan laba bersih masih berlanjut ke depan, didorong ruang ekspansi NIM, seiring dengan tren penurunan cost of fund serta skema FLPP baru yang memiliki margin yang lebih tinggi.”


Apa yang Mendorong Prospek Saham BBTN ke Depan?

Selain realisasi laba yang di atas ekspektasi, ada sejumlah katalis yang dinilai dapat menopang kinerja BBTN dalam beberapa tahun mendatang.

1. Dukungan Pemerintah untuk Kredit FLPP

Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap menjadi mesin utama pertumbuhan BBTN. Skema baru FLPP disebut memiliki margin lebih tinggi, sehingga memberi ruang ekspansi NIM yang lebih luas.

Dengan fokus BBTN di sektor pembiayaan perumahan, dukungan pemerintah terhadap program ini menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan kredit sekaligus profitabilitas.

2. Penurunan Cost of Fund dan Cost of Credit

Tren perbaikan biaya dana (cost of fund) dinilai masih berlanjut. Penurunan biaya dana akan berdampak langsung pada peningkatan margin bunga bersih.

Di sisi lain, ruang penurunan cost of credit juga terbuka seiring membaiknya kualitas kredit. Artinya, risiko kredit bermasalah relatif lebih terkendali.

3. Ekspansi ke Segmen High-Yield

BBTN juga memperluas penetrasi ke segmen kredit dengan imbal hasil lebih tinggi. Strategi ini dinilai mampu menjaga tingkat profitabilitas meski persaingan industri perbankan semakin ketat.

4. Inisiatif Funding dan Produk Baru

Upaya memperkuat struktur pendanaan dilakukan melalui peluncuran Bale serta ekspansi ke sumber dana berbiaya murah. Strategi ini penting untuk menekan biaya bunga dan memperbaiki struktur likuiditas.


Rekomendasi Saham BBTN dari Mandiri Sekuritas

Tak hanya Panin Sekuritas, Mandiri Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap saham BBTN. Dalam riset terbarunya usai Mandiri Sekuritas Capital Market Forum 2026, mereka mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.500.

Analis Mandiri Sekuritas Bobby Kristanto Chandra dan Kresna Hutabara menilai perbaikan cost of fund pada Januari 2026 menjadi salah satu indikator positif. Sementara itu, dampak kredit akibat bencana alam di wilayah Sumatra bagian utara disebut masih dalam batas yang dapat dikelola.

Target harga tersebut juga didasarkan pada proyeksi return on equity (ROE) BBTN yang diperkirakan berada di kisaran low hingga mid dalam dua sampai tiga tahun ke depan. Proyeksi ini ditopang oleh:

  • Perbaikan cost of fund

  • Penurunan cost of credit

  • Efisiensi cost of operation


Strategi Diversifikasi Bisnis BBTN: Syariah dan Asuransi

Di luar bisnis inti perumahan, BBTN juga mulai memperluas lini usaha. Salah satunya melalui ekspansi perbankan syariah lewat anak usaha, PT Bank Syariah Nasional (BSN).

Tak berhenti di situ, BBTN juga tengah menjajaki peluang masuk ke sektor asuransi sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang. Langkah ini bertujuan memperkuat sumber pendapatan non-bunga dan mengurangi ketergantungan pada satu segmen bisnis.

Diversifikasi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika industri perbankan.


Apakah Saham BBTN Masih Menarik?

Dengan laba 2025 yang melampaui estimasi, perbaikan margin, dukungan pemerintah untuk FLPP, serta strategi diversifikasi yang mulai dijalankan, saham BBTN kembali masuk radar investor.

Revisi target harga saham BBTN menjadi Rp 1.800 menunjukkan adanya potensi kenaikan dari sisi valuasi, meski tetap perlu memperhatikan risiko eksternal seperti kondisi makroekonomi dan kualitas kredit.

Bagi kamu yang mengikuti perkembangan saham perbankan dan sektor properti, pergerakan BBTN patut dipantau dalam beberapa kuartal ke depan. Untuk update terbaru seputar saham, emiten, dan rekomendasi analis, pantau terus artikel lainnya di AKURAT.CO agar tidak ketinggalan momentum pasar.

Baca Juga: Genap Berusia 76 Tahun, BTN Bertansformasi Jadi Bank yang Lebih Modern

Baca Juga: Bos LPS Sebut Tak Semua Saham di Pasar Modal Syar'i

FAQ

1. Mengapa target harga saham BBTN direvisi naik?

Target harga saham BBTN direvisi naik karena laba bersih tahun 2025 mencapai Rp 3,5 triliun, lebih tinggi dari estimasi analis. Kinerja ini ditopang oleh kenaikan Net Interest Margin (NIM), penurunan rasio biaya terhadap pendapatan (CIR), serta pertumbuhan kredit yang melampaui rata-rata industri.

2. Berapa target harga saham BBTN terbaru?

Panin Sekuritas menaikkan target harga saham BBTN dari Rp 1.500 menjadi Rp 1.800 dengan rekomendasi beli. Angka ini juga berada di atas target konsensus analis sebesar Rp 1.755.

3. Apa arti valuasi PBV 0,7 kali untuk saham BBTN?

Price to Book Value (PBV) 0,7 kali berarti harga saham diperdagangkan di bawah nilai bukunya. Dalam konteks ini, target Rp 1.800 mencerminkan valuasi sebesar 0,7 kali PBV untuk proyeksi 2026, yang dinilai masih menarik oleh analis.

4. Faktor apa saja yang mendorong laba BBTN tumbuh di 2025?

Beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba antara lain:

  • Ekspansi NIM menjadi 4,2%

  • Penurunan cost of fund dan cost of credit

  • Dukungan pemerintah untuk kredit FLPP

  • Pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri

5. Apakah rekomendasi analis terhadap saham BBTN masih beli?

Ya. Panin Sekuritas dan Mandiri Sekuritas sama-sama mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBTN. Mandiri Sekuritas menetapkan target harga Rp 1.500, dengan mempertimbangkan proyeksi perbaikan biaya dana dan efisiensi operasional.

6. Bagaimana dampak bencana alam terhadap kinerja BBTN?

Menurut analis, dampak kredit akibat bencana alam di wilayah Sumatra bagian utara masih dalam batas yang dapat dikelola. Artinya, risiko terhadap kualitas kredit dinilai tetap terkendali.

7. Apa strategi jangka panjang BBTN selain kredit perumahan?

BBTN tengah memperluas bisnis melalui:

  • Ekspansi perbankan syariah lewat anak usaha PT Bank Syariah Nasional (BSN)

  • Penjajakan masuk ke sektor asuransi sebagai bagian dari diversifikasi pendapatan

Langkah ini bertujuan memperkuat sumber pendapatan non-bunga dan menjaga stabilitas kinerja dalam jangka panjang.

8. Apakah saham BBTN masih menarik untuk dipantau?

Dengan laba yang melampaui ekspektasi, dukungan pemerintah untuk FLPP, serta perbaikan struktur biaya, saham BBTN dinilai masih memiliki prospek. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi makroekonomi dan risiko industri sebelum mengambil keputusan investasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.