Akurat

Airlangga Dorong Danantara Perjelas Arah Fiskal RI ke Moody’s

Demi Ermansyah | 8 Februari 2026, 08:30 WIB
Airlangga Dorong Danantara Perjelas Arah Fiskal RI ke Moody’s

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk memberikan penjelasan kepada lembaga pemeringkat Moody’s terkait kepastian arah kebijakan fiskal Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikan Airlangga merespons perhatian Moody’s terhadap pentingnya prediktabilitas kebijakan, komunikasi publik, serta koordinasi antarkementerian dan lembaga di tengah perubahan tata kelola pengelolaan perekonomian nasional.

“Sekarang semuanya masuk di Danantara, dan Danantara juga memerankan fungsi investasi. Ini yang perlu penjelasan,” ujar Airlangga saat ditemui di sela Opening Ceremony ABAC Meeting I 2026 di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga: Danantara Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Senilai USD7 Miliar

Menurut Airlangga, sejak pembentukan Danantara, terdapat perubahan dalam mekanisme pengelolaan dividen. Dividen yang sebelumnya masuk ke kas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kini dikelola oleh Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF).

Kondisi tersebut, kata Airlangga, memerlukan penjelasan yang komprehensif kepada Moody’s agar tidak menimbulkan persepsi ketidakpastian arah kebijakan fiskal Indonesia.

“Moody’s membutuhkan penjelasan soal arah kebijakan fiskal sejak kehadiran Danantara,” ujarnya.

Meski demikian, Airlangga menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal, termasuk mempertahankan defisit anggaran maksimal sebesar tiga persen serta rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) di bawah 40%.

“Secara makro kami jaga,” kata Airlangga.

Baca Juga: Danantara Bakal Dampingi BEI Temui MSCI

Sebelumnya, Moody’s mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.