Akurat

EY Ungkap Prospek Positif IPO hingga Akhir 2025

Hefriday | 30 Oktober 2025, 20:21 WIB
EY Ungkap Prospek Positif IPO hingga Akhir 2025

AKURAT.CO Perusahaan jasa profesional multinasional Ernst & Young (EY) memproyeksikan prospek penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Indonesia akan tetap positif hingga akhir tahun 2025. 

Optimisme tersebut didukung oleh kondisi likuiditas pasar yang kuat, kebijakan moneter yang cenderung longgar, serta stabilitas makroekonomi nasional yang terjaga.
 
Partner EY-Parthenon Indonesia, Reuben Tirtawidjaja, mengatakan momentum positif ini menunjukkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor, meski berbagai ketidakpastian global masih membayangi. 
 
Namun, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap faktor eksternal seperti dinamika politik internasional dan fluktuasi ekonomi global.
 
“Kunci sukses emiten Indonesia ke depan adalah kesiapan menghadapi volatilitas serta kemampuan membangun kepercayaan investor melalui tata kelola yang solid dan strategi pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Reuben di Jakarta, Kamis (30/10/2025). 
 
 
EY mencatat bahwa fokus utama pasar modal Indonesia kini bergeser pada emiten dengan fundamental kuat dan valuasi tinggi, sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menekankan kualitas dibandingkan kuantitas dalam setiap aksi IPO.
 
Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor dan kestabilan pasar jangka panjang.
 
Meskipun jumlah IPO di Indonesia tercatat turun sekitar 35% secara tahunan (year on year) hingga kuartal III-2025, nilai total dana yang berhasil dihimpun justru melonjak hampir tiga kali lipat menjadi USD906 juta. 
 
Kondisi ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap emiten besar dan berprospek masih sangat tinggi.
 
“Selama tahun berjalan 2025, aktivitas IPO di Indonesia didominasi sektor industri, energi, konsumer, dan kesehatan. Momentum ini akan berlanjut pada kuartal IV, dengan pipeline 13 perusahaan yang telah siap melantai di bursa,” kata Reuben.
 
Beberapa perusahaan yang berkontribusi besar terhadap kinerja IPO tahun ini antara lain PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang berhasil menghimpun dana USD283 juta, disusul PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar USD146 juta. 
 
Kemudian PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dengan USD142 juta, dan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) yang mencatat USD123 juta.
 
Sebagai pembanding, pada periode yang sama tahun 2024 hanya terdapat satu IPO besar bernilai di atas USD50 juta, yakni PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) yang meraih dana USD55 juta. Perbandingan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan investor terhadap emiten lokal di tahun 2025.
 
“Investor kini lebih berhati-hati dalam memilih emiten. Mereka tidak hanya melihat potensi keuntungan, tetapi juga menilai narasi pertumbuhan perusahaan, tata kelola yang transparan, serta kemampuan menghadapi disrupsi teknologi,” jelas Reuben.
 
Dalam pipeline IPO yang disusun hingga akhir 2025, tercatat 13 perusahaan sedang dalam proses persiapan. 
 
Dari jumlah tersebut, lima perusahaan memiliki aset di atas Rp250 miliar, enam perusahaan dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan dua perusahaan dengan aset di bawah Rp50 miliar.
 
Secara global, EY mencatat momentum IPO mengalami peningkatan 19% secara tahunan, dengan lonjakan nilai mencapai 89% (yoy) hingga kuartal III-2025. 
 
Di kawasan Asia Tenggara, Singapura memimpin dalam perolehan dana IPO dengan nilai mencapai USD1,5 miliar, disusul Indonesia di posisi kedua dengan total dana sebesar USD478 juta.
 
EY menilai, performa positif Indonesia di regional Asia Tenggara menunjukkan fundamental ekonomi yang solid dan daya tarik investor yang terus meningkat. 
 
“Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat IPO di kawasan, selama tetap menjaga transparansi, keandalan tata kelola, dan stabilitas kebijakan pasar modal,” tukas Reuben.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa