Akurat

Pertamina Bidik Merger 3 Anak Usaha Rampung di Desember 2025

Dedi Hidayat | 7 Oktober 2025, 19:48 WIB
Pertamina Bidik Merger 3 Anak Usaha Rampung di Desember 2025

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) menargetkan penggabungan tiga anak usaha mereka dapat rampung sebelum akhir Desember 2025.

Adapun Pertamina berencana menggabung tiga anak usahanya yaitu PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina International Shipping (PIS), dan PT Kilang Pertamina Internasional.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan proses penggabungan ketiga anak usaha masih berjalan dan sudah dikomunikasikan ke Danantara

“Jadi prosesnya masih berjalan, memang kita targetnya sebelum akhir Desember 2025 sudah restrukturisasi, itu sudah jalan,” kata Simon saat ditemui di Sarinah, Selasa (7/10/2025).

Baca Juga: Perkuat Kinerja Keuangan dan Layanan, Pertamina Bakal Merger 3 Anak Usaha

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan penggabungan ini dilakukan sebagai penyelarasan prioritas inisiatif perusahaan, agar sejalan dengan arah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

“Dari operasional bisnis, kita akan melakukan integrasi hilir yaitu penggabungan operasional antara PT Pertamina Patra Niaga, Pertamina Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping,” kata Simon saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Kamis (11/9/2025).

Simon pun menambahkan, untuk penggabungan ketiga anak usaha Pertamina ini akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Yang kita targetkan akan selesai pada akhir tahun 2025 ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, ketika ditanya selepas rapat dengan DPR, Simon membenarkan bahwa ketiga anak usaha milik Pertamina akan dilakukan penggabungan.

Penggabungan ini, kata Simon dikarenakan penurunan laba yang terjadi akibat situasi global. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pertamina menyiapkan strategi konsolidasi bisnis. 

“Intinya, sekarang kan gini, salah satu yang menyebabkan penurunan laba itu kan karena memang kondisi global ya,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.