Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Audit, BPK Siap Gunakan AI

AKURAT.CO Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Isma Yatun, menegaskan bahwa lembaganya siap memasuki era pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses audit.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas pemeriksaan, transparansi, serta memperkuat akuntabilitas publik di Indonesia.
“Transformasi digital bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan perubahan budaya dan cara pandang. Data kini menjadi aset strategis untuk memperkuat akuntabilitas publik,” ujar Isma Yatun dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Baca Juga: Menhub Dudy: Pemeriksaan BPK Jadi Evaluasi Perbaikan Kinerja
Menurut Isma, transformasi digital merupakan bagian penting dalam modernisasi lembaga pemeriksa keuangan di seluruh dunia.
BPK, melalui strategi digital by default, berkomitmen mengintegrasikan teknologi dalam setiap aspek kerja, mulai dari pengumpulan data, analisis audit, hingga pelaporan hasil pemeriksaan.
Melalui pendekatan ini, BPK berfokus pada empat hal utama: pengembangan budaya digital di internal organisasi, pemanfaatan teknologi untuk efisiensi, penyempurnaan proses kerja, serta pengelolaan data sebagai aset strategis nasional.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas BPK dalam menghadapi tantangan audit di era digital yang semakin kompleks.
“Sebagaimana filosofi Korea hongik ingan atau to broadly benefit humanity, lembaga pemeriksa keuangan (SAI) harus memastikan bahwa inovasi digunakan untuk melayani kepentingan publik. Teknologi harus memberdayakan, bukan memecah-belah. Data harus memperkuat penilaian, bukan menggantikan penilaian manusia,” tegas Isma.
Dalam forum internasional tersebut, Isma berbicara bersama sejumlah tokoh dari lembaga audit dunia, termasuk perwakilan dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), US Council of the Inspectors General on Integrity and Efficiency (CIGIE), serta INTOSAI Development Initiative (IDI).
Diskusi difokuskan pada tantangan dan strategi lembaga pemeriksa keuangan dalam menghadapi risiko masa depan seperti digitalisasi, perubahan iklim, dan keamanan data.
Baca Juga: BAKN DPR Desak Perhutani Perbaiki Tata Kelola, Tindak Lanjuti Temuan BPK
Kehadiran BPK di forum global tersebut menunjukkan peran aktif Indonesia dalam komunitas lembaga pemeriksa keuangan internasional.
Selain memperkuat kerja sama lintas negara, partisipasi ini juga menjadi wadah bagi BPK untuk berbagi pengalaman serta menyerap praktik terbaik dari lembaga sejenis di berbagai negara.
Sebelum mengikuti seminar, Isma Yatun melakukan courtesy meeting dengan Ketua Board of Audit and Inspection (BAI) Korea.
Pertemuan itu membahas peningkatan kerja sama bilateral, terutama dalam kerangka International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI), SAI20, dan MIKTA SAIs, forum yang beranggotakan Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.
Selain itu, delegasi teknis BPK juga melakukan diskusi bilateral dengan tim BAI Korea mengenai metodologi penyusunan rencana strategis dan pertukaran praktik terbaik dalam memperkuat kelembagaan audit publik.
Pertemuan ini menjadi kesempatan penting bagi BPK untuk memperdalam kolaborasi dalam pengembangan inovasi audit berbasis data dan teknologi.
“Kunjungan ini semakin mempererat hubungan antara BPK dan BAI Korea, sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga pemeriksa keuangan (SAI) dalam menjawab tantangan tata kelola keuangan publik di masa depan,” ujar Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK, Teguh Widodo.
Melalui inisiatif transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan, BPK berkomitmen menjadi lembaga pemeriksa yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










