Harga Emas Ditaksir Tembus USD3.814 Pekan Depan

AKURAT.CO Pekan depan, harga emas dunia diprediksi kisaran support USD3.711,33 hingga resisitance USD3.814,40. Namun di semester kedua 2025 secara keseluruhan, harga emas dunia bisa mencapai USD3.850 per troy ounce sementara logam mulia di Rp2.300.000 per gram.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan harga emas dunia di pasar internasional terbentuk berdasarkan analisa baik analisa fundamental maupun analisa teknikal, serta Permintaan dan penawaran terhadap emas Batangan di dunia.
Dari eksternal, sentimen datang dari data AS dan kebijakan Bank Sentral AS. Laporan Departemen Perdagangan mengenai indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk Agustus menunjukkan inflasi bergerak sesuai harapan. Harga naik 0,3% dibanding bulan sebelumnya dan 2,7% secara tahunan, sesuai perkiraan konsensus. Data juga mencatat pendapatan pribadi dan belanja konsumen tumbuh di atas ekspektasi. PCE merupakan ukuran inflasi favorit Federal Reserve.
Pejabat Fed menyoroti tindakan penyeimbangan yang rumit untuk mengendalikan inflasi sekaligus mendukung lapangan kerja, yang menjelaskan pendekatan hati-hati terhadap pelonggaran kebijakan.
Baca Juga: Rupiah Terus Terperosok Mendekati Rp17.000, Bakal Tembus Level Krismon 1998?
"Gubernur Fed Stephen Miran dan Michelle Bowman tetap bersikap dovish, beberapa komentar mereka menunjukkan bahwa mereka menganjurkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut karena pasar tenaga kerja 'lebih rapuh'," ujar Ibrahim.
Sebaliknya, Jeffrey Schmid dari Fed Kansas City dan Austan Goolsbee dari Fed Chicago bersikap hawkish.
Schmid menyatakan bahwa kebijakan penurunan suku bunga pada pertemuan bulan ini merupakan langkah yang tepat untuk membatasi pelemahan sektor tenaga kerja, sementara Goolsbee mengatakan yang paling mengkhawatirkan adalah risiko inflasi yang dapat terus meningkat. Meski demikian, pasar terus mengantisipasi penurunan suku bunga lagi pada bulan Oktober.
Di sisi lain, perang dagang masih berlanjut. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan penerapan tarif baru ke sejumlah barang yang masuk ke negeri itu beralaku mulai 1 oktober 2025 . Ini menjadi update dari perang dagang yang digaungkan Trump di masa pemerintahan kedua ini.
Dalam pengumuman tersebut, Trump secara resmi memberlakukan tarif impor ke barang-barang asing yang masuk AS, yakni produk farmasi, truk besar, hingga perlengkapan renovasi rumah dan furnitur. "April lalu, Trump membuat pusing banyak negara setelah mengumumkan penerapan tarif timbal balik (resiprokal) terhadap hampir semua negara mitra dagang AS di seluruh dunia," ujarnya.
Tak ketinggalan, faktor geopolitik. Eropa semakin membara setelah serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia memangkas ekspor bahan bakar negara itu. Rusia akan memberlakukan larangan sebagian ekspor solar hingga akhir tahun dan memperpanjang larangan ekspor bensin yang sudah ada, kata Wakil Perdana Menteri Alexander Novak pada hari Kamis.
Penurunan kapasitas penyulingan telah menyebabkan beberapa wilayah Rusia menghadapi kekurangan bahan bakar jenis tertentu. Selain serangan pesawat nirawak, ttindakan pemerintah AS juga mendukung, dimana Presiden Trump terus menekan sekutu AS untuk mengurangi impor Rusia.
Peringatan NATO akan adanya respons terhadap pelanggaran lebih lanjut di wilayah udara negara-negara anggota telah meningkatkan ketegangan akibat perang di Ukraina dan meningkatkan prospek sanksi tambahan terhadap industri minyak Rusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










