Rupiah Ambruk 77 Poin ke Rp16.687 Ulah Purbaya Atau Trump?

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 77 poin (0,46%) ke level Rp16.687,5 pada perdagangan Selasa (23/9/2025) usai ditekan sejumlah sentimen internal dan eksternal.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan dari sisi internal, meskipun IMF dalam laporan World Economic Outlook edisi Juli 2025 merevisi outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,7% ke 4,8%, kondisi saat ini tidak bisa membuat rupiah terapresiasi.
"Indikasi terkait perekonomian Indonesia pasca pergantian menteri keuangan membuat satu penyesuaian dari pelaku pasar, yang semula antusias dengan kebijakan Sri Mulyani, saat ini mengalami sedikit penurunan. Di sisi lain, kebijakan Menkeu Purbaya saat ini masih belum diterima oleh pasar," ujarnya kepada Media, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga: Misbakhun: Pasar Percaya Menkeu Purbaya, IHSG Naik Hingga Rupiah Stabil
Dari sisi eksternal, meskipun tenaga kerja di AS mengalamai penurunan dan pengangguran bertambah, ditambah kemungkinan besar The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Oktober 2025 mendatang sebesar 25 basis poin dan total 50 bps hingga akhir tahun, hal ini belum bisa menjadi sentimen positif untuk mendorong penguatan rupiah.
"Karena gejolak geopolitik di Eropa yang terus membara, Rusia terus memborbardir wilayah Ukraina dengan drone dan misil, mendapat kecaman dari AS dan NATO membuat situasi semakin memanas di Eropa," timpalnya.
Kemudian, pasca sidang umum PBB diumumkan, Israel pun terus menggempur wilayah Gaza dan ingin menguasai 100 persen wilayah tersebut. Ini mendapat kecaman dari negara Mesir, Qatar maupun Arab Saudi. "Namun Israel tetap bergeming dan menganggap bahwa jalur Gaza harus dikuasai 100 persen," imbuhnya.
Lalu di AS, usai permintaan Trump ke Pengadilan Federal terkait pemecatan Gubernur The Fed, Lisa Cook ditolak, ia menggugat kembali Jaksa Agung agar Lisa Cook tetap dipecat karena dia sudah menyiapkan pengganti. Kemungkinan Jaksa Agung akan mengumumkan hasil terbaru dari kasus ini pada Oktober 2025.
Konflik hukum ini terjadi setelah Trump bulan lalu berusaha memecat Cook atas tuduhan penipuan hipotek, yang ia bantah. Cook kemudian menggugat Trump dan berhasil mendapatkan izin dari pengadilan federal untuk tetap menjabat sementara kasus tersebut sedang dipertimbangkan."Situasi perpolitikan di AS terus memanas dengan penolakan pemecatan ke Lisa Cook," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






