AKURAT.CO Situasi ekonomi global yang saat ini tidak menentu membuat kita harus mencari cara untuk tetap bertahan hidup. Namun dengan keterbatasan pencarian kerja yang mumpuni membuat pemasukan di Indonesia semakin terasa sulit.
Kebiasaan yang terlupakan adalah menyisihkan sebagian uang yang didapatkan untuk mencegah terjadi kesulitan finansial. Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu sepeti saat ini, kita disarankan untuk dapat mengelola keuangan dengan baik.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (21/9/2025), salah satu solusi penting yang dapat direkomendasikan adalah menyiapkan dana darurat. Dana darurat merupakan simpanan khusus yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok saat penghasilan terhenti atau kondisi mendesak terjadi.
Dana ini memungkinkan seseorang bertahan tanpa harus berutang atau menjual aset produktif ketika krisis melanda. Jumlah dana darurat yang ideal berbeda bagi setiap orang.
Perencana keuangan biasanya menggunakan acuan jumlah pengeluaran rutin bulanan. Misalnya, individu lajang disarankan memiliki dana darurat setara tiga hingga empat kali pengeluaran bulanan.
Pasangan menikah tanpa anak sebaiknya menyiapkan enam kali pengeluaran, sementara pasangan dengan satu anak butuh sembilan kali pengeluaran. Untuk keluarga dengan dua anak, idealnya tersedia dana darurat hingga 12 kali pengeluaran bulanan.
Membangun dana darurat tentu tidak mudah, apalagi di tengah banyaknya kebutuhan. Namun, ada sejumlah langkah praktis yang dapat dilakukan. Pertama, lakukan financial check up.
Membangun dana darurat tentu tidak mudah, apalagi di tengah banyaknya kebutuhan. Namun, ada sejumlah langkah praktis yang dapat dilakukan. Pertama, lakukan financial check up.
Tinjau kembali kondisi keuangan mulai dari penghasilan, pengeluaran, cicilan, asuransi, hingga tagihan. Langkah ini penting untuk mengetahui seberapa sehat keuangan dan ruang yang tersedia untuk menabung dana darurat.
Kedua, rencanakan secara bertahap. Tidak masalah jika jumlah yang disisihkan setiap bulan kecil. Konsistensi jauh lebih penting. Dengan menabung rutin, sedikit demi sedikit dana darurat akan terkumpul hingga mencapai target ideal.
Ketiga, pisahkan rekening dana darurat dari rekening belanja harian. Pilih instrumen yang aman dan mudah diakses seperti tabungan, deposito, reksa dana pasar uang, atau emas. Pemisahan ini bertujuan agar dana darurat tidak terpakai untuk keperluan sehari-hari.
Keempat, masukkan tabungan dana darurat dalam anggaran bulanan. Alokasikan di awal bulan agar lebih terjamin. Jika ada sisa uang belanja, segera tambahkan ke rekening khusus dana darurat. Dengan begitu, target akan lebih cepat tercapai.
Terakhir, disiplin menjadi kunci. Dana darurat hanya digunakan dalam kondisi mendesak, bukan untuk kebutuhan konsumtif. Apabila dana tersebut tidak pernah terpakai, justru itu pertanda baik karena kondisi finansial berjalan normal. Namun, keberadaannya memberi rasa aman ketika risiko besar datang tiba-tiba.
Mempersiapkan dana darurat adalah langkah strategis menghadapi krisis global yang penuh ketidakpastian. Dengan cadangan finansial yang memadai, masyarakat dapat lebih tenang melewati masa sulit, sekaligus menjaga stabilitas keluarga tanpa harus bergantung pada utang.
Kedua, rencanakan secara bertahap. Tidak masalah jika jumlah yang disisihkan setiap bulan kecil. Konsistensi jauh lebih penting. Dengan menabung rutin, sedikit demi sedikit dana darurat akan terkumpul hingga mencapai target ideal.
Ketiga, pisahkan rekening dana darurat dari rekening belanja harian. Pilih instrumen yang aman dan mudah diakses seperti tabungan, deposito, reksa dana pasar uang, atau emas. Pemisahan ini bertujuan agar dana darurat tidak terpakai untuk keperluan sehari-hari.
Keempat, masukkan tabungan dana darurat dalam anggaran bulanan. Alokasikan di awal bulan agar lebih terjamin. Jika ada sisa uang belanja, segera tambahkan ke rekening khusus dana darurat. Dengan begitu, target akan lebih cepat tercapai.
Terakhir, disiplin menjadi kunci. Dana darurat hanya digunakan dalam kondisi mendesak, bukan untuk kebutuhan konsumtif. Apabila dana tersebut tidak pernah terpakai, justru itu pertanda baik karena kondisi finansial berjalan normal. Namun, keberadaannya memberi rasa aman ketika risiko besar datang tiba-tiba.
Mempersiapkan dana darurat adalah langkah strategis menghadapi krisis global yang penuh ketidakpastian. Dengan cadangan finansial yang memadai, masyarakat dapat lebih tenang melewati masa sulit, sekaligus menjaga stabilitas keluarga tanpa harus bergantung pada utang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan








