Akurat

Bahlil: Ada Potensi Penambahan Saham Freeport di Atas 10 Persen

Dedi Hidayat | 17 September 2025, 16:15 WIB
Bahlil: Ada Potensi Penambahan Saham Freeport di Atas 10 Persen

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral buka suara soal rencana penambahan kepemilikan saham Pemerintah Indonesia di PT Freeport Indonesia (PTFI) lebih dari 10%.

Adapun, saat ini saham kepemilikan negara di PTFI berada diangka 51%. Dengan adanya rencana ini, bakal membuat saham pemerintah menjadi diatas 61%.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, untuk angka pasti dirinya belum bisa menjabarkan apakah akan ada penambahan diangka 10% atau lebih dari itu.

Baca Juga: ESDM: Freeport Belum Ajukan Perpanjangan Izin Ekspor Konsentrat

“Sekali lagi, saya tidak mengatakan angka pastinya. Yang jelas, negosiasi awal waktu kami lakukan itu 10%. Tapi ini ada potensinya di atas 10%,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Rabu (17/9/2025).

Bahlil menambahkan bahwa penambahan saham pemerintah di PTFI masih dalam proses negosiasi. Untuk itu, Bahlil menyebut akan ada pertemuan antara dirinya dengan pihak Freeport Indonesia dan Freeport McMoran.

“Ini negosiasi, saya sore akan ketemu dengan manajemen Freeport. Dalam kurun waktu dekat saya akan ketemu dengan manajemen Freeport McMoran,” ujar Bahlil.

Adapun, penambahan saham di PTFI diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Selain meningkatkan pendapatan negara, langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia di sektor tambang global.

Baca Juga: ESDM Tetapakan HBA Periode Kedua Sepetember, Batu Bara Kalori Tinggi Turun ke USD103,49 per ton

Dengan kontrol yang lebih besar, pemerintah dapat memastikan bahwa hasil tambang dari PTFI benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kemandirian ekonomi nasional. Dengan kepemilikan saham mayoritas, Indonesia dapat memainkan peran lebih besar dalam menentukan arah pengelolaan sumber daya tambang yang dimiliki oleh PTFI.

Dengan penambahan saham ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kendali atas salah satu tambang terbesar di dunia, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh rakyat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.