Rambah Pasar Treasury Kripto, Perusahaan DeFi Afiliasi Trump Siapkan Modal USD1,5 Miliar

AKURAT.CO Pusahaan DeFi yang terkait keluarga Presiden Amerika Serikat Donald Trump, World Liberty Financial (WLFI), tengah menyiapkan langkah ambisius untuk menghimpun dana hingga USD1,5 miliar atau setara Rp23,1 triliun (kurs Rp15.400).
Dana ini guna memasuki pasar treasury kripto yang tengah berkembang pesat.
Langkah ini menandai keseriusan WLFI untuk bersaing di sektor penyimpanan aset digital yang kian diminati. Model bisnis treasury kripto memungkinkan perusahaan mengumpulkan modal dari investor.
Kemudian menggunakannya untuk membeli dan menyimpan aset digital di neraca perusahaan, dengan harapan kenaikan harga akan memberi keuntungan bagi pemegang saham.
Dikutip dari laman Bloomberg, Sabtu (9/8/2025), rencana tersebut mencakup pembentukan perusahaan publik yang akan memegang token WLFI.
Struktur kesepakatan kini berada di tahap akhir, sementara pembicaraan dengan investor besar di sektor teknologi dan kripto terus berlangsung.
Baca Juga: Pasar Kripto Stabil di Juni 2025, ETF dan DeFi Jadi Fokus Investor
Jika terealisasi, World Liberty Financial akan bergabung dengan deretan perusahaan treasury aset digital yang telah menguasai pasar, sebagian besar berfokus pada Bitcoin dan Ethereum.
Namun, rencana WLFI ini berbeda karena menargetkan token yang likuiditasnya lebih rendah, sehingga membawa risiko volatilitas yang lebih besar.
Langkah penggalangan dana ini datang hanya beberapa minggu setelah WLFI memperkenalkan stablecoin baru bernama USD1 yang dipatok 1:1 terhadap dolar AS.
Awalnya, token WLFI diterbitkan sebagai aset tata kelola yang tidak dapat diperdagangkan, namun perusahaan berencana membuatnya bisa diperdagangkan di pasar terbuka.
Pekan lalu, WLFI juga menggelontorkan USD10 juta untuk proyek dolar sintetis, memperlihatkan minat kuat mereka dalam memperluas infrastruktur stablecoin dan ekosistem DeFi.
Pengamat pasar memperingatkan bahwa menerapkan model treasury pada token yang kurang likuid seperti WLFI memiliki tantangan tersendiri.
Volatilitas harga, keterbatasan pembeli, dan risiko eksekusi dapat menjadi hambatan signifikan dibandingkan menyimpan aset seperti Bitcoin yang memiliki pasar lebih dalam.
Meski demikian, dukungan politik dan jaringan bisnis keluarga Trump diyakini dapat memberi dorongan signifikan terhadap kepercayaan investor.
Trump sendiri dikenal sebagai sosok yang pro-kripto, terutama sejak menandatangani regulasi baru yang mengatur stablecoin berbasis dolar AS.
Selain WLFI, keterlibatan keluarga Trump di industri aset digital mencakup berbagai lini, mulai dari penambangan kripto, rencana peluncuran exchange-traded fund (ETF) kripto, hingga kerja sama dengan berbagai pelaku industri blockchain.
Kombinasi pengaruh politik, regulasi yang lebih jelas, dan masuknya modal spekulatif dipandang akan mendorong pertumbuhan pasar treasury aset digital sepanjang 2025.
Perusahaan treasury aset digital kini menjadi salah satu tren investasi yang mendefinisikan tahun ini.
Beberapa, seperti Tron milik Justin Sun, bahkan memilih jalan cepat masuk ke pasar publik melalui pengambilalihan perusahaan cangkang (reverse takeover).
Model bisnisnya sederhana, yakni membeli aset kripto dalam jumlah besar, simpan, dan biarkan apresiasi harga meningkatkan nilai perusahaan.
Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada waktu masuk pasar dan permintaan terhadap aset yang dimiliki.
Dengan target dana sebesar USD1,5 miliar dan dukungan dari tokoh-tokoh berpengaruh, rencana WLFI berpotensi menjadi salah satu kesepakatan terbesar di sektor ini pada 2025.
Meski demikian, potensi imbal hasil tinggi selalu diiringi risiko yang setara, terutama di pasar kripto yang bergerak cepat.
Seiring pembicaraan menuju tahap akhir, komunitas kripto global akan mengamati langkah WLFI dengan cermat.
Apakah strategi ini akan menjadi tonggak keberhasilan baru atau justru menjadi studi kasus tentang risiko aset digital berlikuiditas rendah? Masih menjadi tanda tanya besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










