Akurat

BI Rate Turun, BNI Genjot Kredit Produktif

Hefriday | 21 Juli 2025, 19:07 WIB
BI Rate Turun, BNI Genjot Kredit Produktif

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin (bps) dari 5,5% menjadi 5,25%.

Keputusan ini diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode Juli 2025 sebagai langkah pelonggaran kebijakan moneter guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menjadi salah satu bank yang langsung merespons imbauan tersebut.
 
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo menyatakan bahwa penurunan suku bunga acuan ini menjadi peluang besar dalam mendorong penyaluran kredit dan mempercepat pemulihan ekonomi.
 
“Penurunan BI rate ini membuka ruang bagi pertumbuhan kredit yang lebih tinggi, serta memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Okki dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).
 
 
Sebagai bentuk respons strategis, BNI berfokus pada penguatan struktur pendanaan berbasis Current Account Saving Account (CASA).
 
Pendanaan dari dana murah ini akan dioptimalkan melalui kanal digital untuk menjaga biaya dana (cost of fund) tetap kompetitif di tengah tren suku bunga rendah.
 
Okki menjelaskan, strategi digitalisasi menjadi salah satu kunci penting untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi perbankan.
 
Dengan memanfaatkan teknologi, BNI berharap mampu meningkatkan volume transaksi, memperluas basis nasabah, serta mempercepat proses penyaluran kredit.
 
Di sisi lain, BNI juga menerapkan pendekatan selektif dan terukur dalam penyaluran kredit, khususnya ke sektor-sektor produktif.
 
Hal ini dilakukan guna menjaga kualitas aset perbankan dan memastikan bahwa pertumbuhan kredit tetap sehat serta memberikan imbal hasil (yield) yang optimal.
 
Prinsip kehati-hatian tetap dijaga agar stabilitas perbankan nasional tidak terganggu. “Kami tetap disiplin dalam menjaga kualitas aset. Penyaluran kredit tetap selektif untuk meminimalkan risiko dan memastikan keberlanjutan portofolio,” imbuh Okki.
 
Selain itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sasaran utama BNI dalam perluasan akses pembiayaan. Dengan biaya dana yang lebih efisien, nasabah UMKM diharapkan dapat memperoleh kredit dengan suku bunga yang lebih kompetitif.
 
Transformasi digital juga diarahkan untuk memperluas layanan keuangan inklusif. Inisiatif ini mencakup pengembangan platform digital, aplikasi mobile banking, serta kolaborasi dengan ekosistem fintech untuk menjangkau segmen nasabah yang lebih luas.
 
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada proyeksi inflasi yang kian terkendali di kisaran sasaran 2,5% ± 1% pada 2025 dan 2026. Selain itu, nilai tukar rupiah dinilai tetap stabil dan sesuai dengan fundamental ekonomi. 
 
“Penurunan suku bunga ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Perry dalam konferensi pers usai RDG BI, Rabu (16/7/2025).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa